Ikuti Transformasi Media Kekinian, Pemkab Pekalongan Ajukan Raperda LPPL RKS

Pemkab Pekalongan mengajukan Raperda Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) dalam rapat paripurna bersama DPRD

Ikuti Transformasi Media Kekinian, Pemkab Pekalongan Ajukan Raperda LPPL RKS
TRIBUN JATENG/BUDI SUSANTO
Wakil Bupati Pekalongan Arini Harimurti mengikuti rapat paripurna bersama DPRD di Gedung DPRD Kabupaten Pekalongan, Jumat (29/3/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Pemkab Pekalongan mengajukan Raperda Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) dalam rapat paripurna bersama DPRD di Gedung DPRD Kabupaten Pekalongan, Jumat (29/3/2019).

Pengajuan Raperda tersebut dilakukan agar lembaga penyiaran yang dimiliki Pemerintah Kabupaten Pekalongan yaitu Radio Kota Santri (RKS) bisa lebih meningkatan pelayanan terhadap masyarakat.

Wakil Bupati Pekalongan Arini Harimurti menjelaskan, pemerintah bersama masyarakat terus mendorong terciptanya transformasi media milik pemerintah, yang awalnya konvensional menuju digital.

"Raperda yang kami ajukan sebagai konsekuensi atas Peraturan Presiden Nomor 95 Tahun 2018 tentang sistem pemerintahan berbasis elektronik, dan sudah ditetapkan melalui keputusan Mentri Kominfo RI Nomor 1215 tahun 2019, tentang ijin penyelenggaraan LPPL," paparnya.

Berkaitan dengan hal tersebut, Arini menuturkan Perda Kabupaten Pekalongan Nomor 7 Tahun 2007 tentang pembentukan LPPL RKS sudah tidak relevan, dan perlu disesuaikan dengan perubahan zaman.

"Maka dari itu kami ajukan Raperda LPPL RKS, semoga dapat dibahas bersama secara komprehensif. Kami berharap LPPL bisa memanfaatkan layanan perkembangan teknologi terbaru, karena teknologi terkini terbukti lebih cepat, luas dan lebih mudah diakses oleh para pengguna informasi di era milenial," ujarnya.

Ia menambahkan media radio yang dimiliki pemerintah bagian dari media informasi, di mana media radio wajib berbenah dan berkompetisi, dengan menerapkan keunggulan serta layanan yang memanfaatkan teknologi kekinian.

"Media telah bertransformasi, dari singel platform menjadi multi platform. Kebanyakan mengusung medianya secara online melalui website, media sosial, jejaring serta layanan digital," tambahnya. (*)

Penulis: budi susanto
Editor: abduh imanulhaq
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved