KOPI TB Bersama Dinkes Jawa Tengah Komitmen Tanggulangi Masalah Tuberculosis

Koalisi Organisasi Profesi dalam Penanggulangan TBC (KOPI TB) bersama Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah berkomitmen menanggulangi masalah TB

KOPI TB Bersama Dinkes Jawa Tengah Komitmen Tanggulangi Masalah Tuberculosis
TRIBUN JATENG/IDAYATUL ROHMAH
Koalisi Organisasi Profesi (KOPI) bersama Dinas Provinsi Jawa Tengah menggelar rapat koordinasi di Hotel Aston Inn, Semarang, Jumat (29/3/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG- Koalisi Organisasi Profesi dalam Penanggulangan TBC (KOPI TB) bersama Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah berkomitmen menanggulangi masalah penyakit tuberculosis di Jawa Tengah.

Komitmen itu dibuktikan dengan rapat koordinasi yang terselenggara di Hotel Aston Inn, Semarang, Jumat (29/3/2019).

Ketua KOPI TB, dr Thomas Handoyo, SpPD menuturkan, rapat dilakukan dalam rangka pemantapan rencana kerja dalam pengendalian penyakit TB dengan melibatkan seluruh anggota KOPI.

Di antaranya PAPDI, PDPI, IDAI, PDUI, IAI, ILKI ARSADA, dan semua organisasi yang bergerak menanggulangi TB untuk mengkaji langkah-langkah program ke depan.

"Kami bersama membantu Dinkes Provinsi Jateng dalam pengendalian penyakit TB. Kami memberikan solusi atas problem-problem yang ada dan pendekatan implementasi di tiap kabupaten/kota," jelasnya di sela-sela rapat bertajuk Penguatan Koalisi Organisasi Profesi dalam Penanggulangan TBC (KOPI TB) Provinsi Jawa Tengah itu.

Thomas menjelaskan, dalam pemberantasan TB di Jateng ini yang pertama adalah menyusun pendekatan bagi dokter-dokter di lapangan.

Supaya dokter dalam menentukan diagnosa, pengobatan maupun tata laksana, tercatat dan diketahui Dinas Kesehatan maupun Puskesmas setempat.

"Jadi dalam bentuk suatu laporan yang baku, laporan yang kontinu dan ada evaluasi dari pengobatan itu. Sehingga pengobatan TB tidak orang per orang melainkan menjadi pengobatan yang terstandar dengan evaluasi yang sesuai," terangnya.

Selanjutnya, ia menjelaskan, dalam rapat tersebut juga memetakan kendala-kendala yang terjadi di lapangan terkait TB.

"Kami memetakan kendala-kendala di lapangan terkait TB. Jadi pengobatan yang untuk diagnosis, evaluasi supaya menjadi catatan bahwa semua organisasi profesi yang ada mempunyai persepsi yang sama tentang TB," tandasnya. (*)

Penulis: Idayatul Rohmah
Editor: abduh imanulhaq
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved