Wirendra Cari Strategi Produksi Saat Harga Gabah Anjlok

Caleg DPR RI Dapil Jawa Tengah VIII itu mengajak para petani mencari strategi produksi di tengah anjloknya harga gabah.

Wirendra Cari Strategi Produksi Saat Harga Gabah Anjlok
IST
Wirendra Tjakrawerdaja menggelar pelatihan dan diskusi bersama para petani Majenang, Cilacap, Jumat (29/3/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, CILACAP - Wakil Ketua Koperasi dan UMKM DPD Partai Golkar Kabupaten Cilacap, Wirendra Tjakrawerdaja menggelar pelatihan dan diskusi bersama para petani Majenang, Cilacap, Jumat (29/3).

Caleg DPR RI Dapil Jawa Tengah VIII itu mengajak para petani mencari strategi produksi di tengah anjloknya harga gabah.

"Selain pelatihan, saya ingin tau kondisi petani di sini. Kita cari strategi bareng. Kebutuhan dan kendala petani di setiap daerah kan beda-beda," kata Wirendra di sela-sela kegiatan yang digelar di rumah petani itu.

Salah satunya yakni pemanfaatan pupuk hayatu yang belum optimal. Padahal menurut dia, pupuk hayati mampu memangkas biaya produksi dan mempunyai banyak kelebihan.

Dalam kesempatan tersebut, Wirendra juga mempraktekan cara membuat pupuk dengan bahan organik yang murah.

Selain itu, strategi lain yakni menghitung ulang kebutuhan produksi baik selama proses pembibitan hingga panen. Para petani pun diajak menghitung kebutuhan biaya produksi dengan lebih efisien.

"Nah jadi kita hitung ulang bersama, jangan sampai ada pemborosan yang merugikan. Ternyata tadi banyak yang gk efisien, seperti biaya perawatan," imbuhnya.

Sebagaimana diketahui, dari data kelompok tani binaan Partai Golkar di sejumlah daerah, harga gabah turun hingga kisaran Rp 3000 - Rp 3500 per kilo.

Wirendra pun berharap saat ini pemerintah mengoptimalkan peran Bulog untuk menyerap gabah petani jika harganya turun.

Selain itu, menurutnya sudah saatnya SDM petani menjadi prioritas dari pemerintah dan harga gabah menurut Inpres No 5 tahun 2015 sudah saatnya direvisi karena bulan Januari sampai Maret harga gabah di pasaran sudah di atas 4.000 sehingga sdh tdk tepat lagi HPP pemerintah 3.700. (adv)

Editor: abduh imanulhaq
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved