Ahli Waris Ikhlaskan Tombak Pusaka Abirawa 'Babat Alas' Batang Diboyong ke Pendopo Kabupaten

Senjata kebesaran pendiri Kabupaten Batang, tombak pusaka abirawa diboyong dan dipindahkan ke pendopo kabupaten.

Ahli Waris Ikhlaskan Tombak Pusaka Abirawa 'Babat Alas' Batang Diboyong ke Pendopo Kabupaten
Tribun JAteng/Dina Indriani
Benda pusaka Tombak Abirawa saat dikirab dari tempat ahli waris menuju Pendopo Kabupaten Batang, Sabtu (30/3/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Senjata kebesaran pendiri Kabupaten Batang, tombak pusaka abirawa diboyong dan dipindahkan ke pendopo kabupaten.

Sebelumnya pusaka yang terdiri 8 tombak dan dua Keris telah dilakukan ritual penjamasan pada Jumat (29/3/2019) malam.

Prosesi pemindahan pusaka dari ahli waris yang dikirab menuju pendopo berlangsung sakral.

Masyarakat pun sangat nampak antusias memadati sekitar area jalan Kauman hingga Jalan Kartini, untuk melihat langsung pusaka asli yang dikirab dan dibawa oleh keturunan ahl waris.

Bupati Batang Wihaji usai menerima pusaka mengatakan ritual boyongan pusaka lebih pada seni budaya Jawa, yang harus dihormati, karena berasal dari leluhur dan merupakan asal usul sejarah para pejuang yang melahirkan Batang.

"Hari ini kita boyong salah satu piandel ( senjata pusaka) tombak Abirawa, yang dalam sejarahnya pusaka tersebut untuk 'mbabat alas' mulai dari Pasuruan, Lamongan dan Batang," ujarnya.

Menurutnya, Pemkab sangat menghormati sejarah para pendahulu pendiri Kabupaten Batang, sebagai wujud syukur karena memiliki sejarah panjang.

"Sejarah dan budaya ini kita uri - uri dan pusaka kita tempatkan ditempat yang sangat layak, termasuk tombak Abirawa yang asli, yang selam ini ditunggu," ujarnya.

Bupati juga menyampaikan rasa terimakasih kepada ahli waris yang telah menyerahkan secara sukarela benda pusaka tersebut ke Pemkab Batang.

"Ini ritual boyongan dari keluarga ke Pemkab, untuk selanjutnya setiap tanggal 8 April tetap kita kirabkan pusaka yang asli," terangnya

Ahli waris Pusaka Tombak Abirawa Saifullah mengatakan bahwa tombak tersebut merupakan peninggalan pendiri Kabupaten Batang yaitu, Kanjeng Sunan Raden Sayid Nur Rochma yang selama ini puskanya dirawat oleh keluarga ahli waris di Kelurahan Kauman.

Ia mengatakan bahwa sebenarnya Tombak Abirawa sudah menjadi senjata kebesaran Kabupaten Batang.

"Pihak keturunan ahli waris merasa sudah selayaknya Tombak Abirawa menjadi senjata kebesaran Kabupaten Batang, maka harus ditempatkan di Pendopo Kabupaten," ujarnya.

Dikatakannya, pihak keluarga sudah mengikhlaskan dan sudah melalui musyawarah keluarga bahwa senjata pusaka boyongan dari tempat keturunan ke pendopo.

"Untuk perawatan pusaka masih tetap dilakukan oleh pihak ahli waris, jadi keluarga masih diberikan akses penuh untuk merawat," pungkasnya.(din)

Penulis: dina indriani
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved