Setelah Mardi Soenarto, PSIS Berencana Sulap Lapangan Kampung Lain Jadi Standar Profesional

PSIS Semarang meresmikan lapangan Mardi Soenarto sebagai lapangan latihan di Kelurahan Srondol Wetan, Banyumanik.

Setelah Mardi Soenarto, PSIS Berencana Sulap Lapangan Kampung Lain Jadi Standar Profesional
Tribun Jateng/ Rival Almanaf
Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi memotong tumpeng dalam peresmian lapangan Mardi Soenarto di Banyumanik, Semarang, Sabtu (30/3/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - PSIS Semarang meresmikan lapangan Mardi Soenarto sebagai lapangan latihan di Kelurahan Srondol Wetan, Banyumanik.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi hadir dalam kegiatan yang digelar pada Sabtu (30/3/2019) sore itu.

Sebuah laga persahabatan menjadi seremoni peresmian lapangan yang diklaim memiliki kualitas rumput standar nasional tersebut. Tim manajemen yang juga dihuni eks bintang PSIS bersama walikota melawan tim karangtaruna RW 1.

Hendi menjadi pusat perhatian dalam laga itu. Suatu waktu, ia sempat menerima umpan lambung M Ridwan. Sayang umpan matang itu gagal disambut dengan sundulan sang walikota. Bola gagal masuk, politisi PDIP itu terjatuh ke rumput.

Ratusan pasang mata bersorak, Hendi justru mendapat standing applause. Hanya sekitar 15 menit, ia kemudian keluar dan digantikan pemain lain.

"Lapangannya bagus cuma memang saya sudah mulai jarang olah raga, main 15 menit rasanya sudah seperti dua jam," kelakarnya.

Ia mengapresiasi langkah PSIS yang mengelola lapangan lokal menjadi memiliki standar yang lebih bagus untuk fasilitas olahraga. Hendi bahkan berencana bekerja sama dengan tim berjuluk Mahesa Jenar itu untuk mengelola lapangan-lapangan di tingkat kecamatan.

"Ya tadi ada tawaran, mereka mengelola beberapa lapangan atau lahan pemkot yang belum tergarap apakah bengkok atau yang lain untuk menjadi lapangan seperti ini. Saya rasa itu bagus, jadi kita bergerak bersama nanti pasti kami bicarakan mana-mananya yang tepat," ucap Hendi.

Sementara itu, komisaris PSIS Semarang, Kairul Anwar membeberkan lapangan Mardi Soenarto ini dibangun dan dirapikan selama kurang lebih dua bulan. Pihaknya mendatangkan rumput dan pasir dari Malang.

"Setelah kami berembug dengan warga lokal mereka setuju kami mengelola lalu jadilah seperti ini," tambah Kairul.

Lapangan itu nantinya bisa digunakan warga lokal untuk beraktifitas sepak bola. Ia bahkan berencana untuk memberikan fasilitas penerangan agar bisa digunakan bermain bola saat malam.

"Meski demikian nanti rencananya ini justru jadi basecam tim U19 dan U16. Karena kalau tim Senior markasnya di Moch Soebroto Magelang, jadi mereka harus berlatih di sana," bebernya.

Mardi Soenarto dipilih sebagai nama lapangan untuk menghormati pria tersebut. Ia adalah lurah setempat yang pertama membuat lapangan sepak bola di sana. Sebelumnya, area tersebut adalah kebun ketela.

Oleh karena itu, lapangan yang kedua gawangnya menghadap ke timur dan barat itu juga dikenal dengan lapangan Telo.(*)

Penulis: rival al-manaf
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved