Kampanye Terbuka di Banyumas, Prabowo Sebut Elit Jakarta Mukpentip

Calon presiden Prabowo Subianto melanjutkan lawatan kampanye di Kabupaten Banyumas

Kampanye Terbuka di Banyumas, Prabowo Sebut Elit Jakarta Mukpentip
Tribunjateng.com/Permata Putra Sejati
Kampanye akbar Prabowo Subianto yang digelar di GOR Satria Purwokerto, Senin (1/4/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Calon presiden Prabowo Subianto melanjutkan lawatan kampanye di Kabupaten Banyumas, pada Senin (1/4/2019).

Bertempat di GOR Satria Purwokerto, Prabowo menyapa seluruh pendukungnya se-Banyumas Raya.

Ribuan masa yang terkonsentrasi di GOR Satria Purwokerto datang dari lima Kabupaten se-Eks Karesidenan Banyumas (Banyumas, Cilacap, Purbalingga, Banjarnegara, Kebumen).

Orasi kampanye Prabowo menyapa pendukung se-Banyumas Raya dimulai sejak pukul 10.45 WIB.

Kurang lebih selama satu jam berorasi, masa tidak henti-hentinya meneriaki Prabowo.

Momen kedatanganya ke Banyumas menjadi momentum para relawan dan pendukung memaksimalkan dukungannya kepada calon presiden nomor urut 02 tersebut.

Pidato kampanye Prabowo di Banyumas di awali dengan menyapa seluruh pendukungnya menggunakan bahasa Banyumas.

"Kepriwe Kabare, bahasa Banyumas saya tidak bagus. Tapi dalam darah saya mengalir darah Banyumas. Banyumas telah melahirkan banyak pejuang bangsa Indonesia. Banyak pahlawan besar lahir dari sini seperti Jenderal Soedirman," ujar Prabowo dalam orasinya.

Setelah menyapa menggunakan bahasa Banyumas Prabowo memulai orasinya dengan mengatakan bahwa negara Indonesia dalam keadaan tidak benar.

"Rakyat dalam keadaan sakit. Sakit akibat elit Jakarta tidak peduli pada rakyatnya. Negara yang sebesar Eropa, nomor 7 terkaya dari sumber alam malah menjadi negara Kacung," ungkapnya.

Menurutnya kekayaan Indonesia telah dirampok. Rakyat Indonesia dianggap bodoh dan bisa dibohongi oleh segelintir elit.

Dalam orasinya dihadapan masa pendukung dari Banyumas raya, Prabowo mengklaim betapa susahnya mendapatkan pekerjaan karena elit di Jakarta yang gagal mengurus rakyat.

Prabowo sempat mengatakan kerjaan elit-elit Jakarta adalah membawa keuntungan mereka keluar negri.

Elit-elit Jakarta dikatakan banyak yang brengsek dan maling. Namun, siapa sebenarnya maling itu?

"Kalau bahasa Jakarta mereka itu Mukpentip (muka penuh tipu). Apakah kalian mau dipimpin kaum munafik," ujarnya. (Tribunjateng/Permata Putra Sejati)

Penulis: Permata Putra Sejati
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved