Program Wirausaha di Kabupaten Tegal Siap Jawab Ketertarikan Dua Negara Asing

Pengusaha luar negeri dari Arab Saudi dan Korea Selatan mengaku tertarik dengan berbagai produk UMKM yang dimiliki Kabupaten Tegal

Program Wirausaha di Kabupaten Tegal Siap Jawab Ketertarikan Dua Negara Asing
Tribunjateng.com/Akhtur Gumilang
Wakil Bupati Tegal Sabilillah Ardie mengecek beberapa stand di acara Festival Inovasi Wirausaha Muda Kabupaten Tegal di lapangan Dukuhsalam, Kecamatan Slawi, Senin (1/4/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Pengusaha luar negeri dari Arab Saudi dan Korea Selatan mengaku tertarik dengan berbagai produk UMKM yang dimiliki Kabupaten Tegal.

Hal itu diungkapkan Wakil Bupati Tegal, Sabilillah Ardie saat jumpa pers dalam acara Festival Inovasi Wirausaha Muda Kabupaten Tegal di lapangan Dukuhsalam, Kecamatan Slawi, Senin (1/4/2019).

Festival yang dibuka juga oleh Ardie pada Minggu (31/3/2019) kemarin ini pun memang diharapkan dapat menjadi pemicu hadirnya para wirausaha muda yang tertantang untuk menjawab ketertarikan para pengusaha dari dua negara itu.

''Kami mendapat tawaran untuk memamerkan produk Tegal secara terbuka di Korsel dan Arab. Namun, melihat potensi yang ada sekarang, kami masih perlu satu tahun untuk mempersiapkan diri. Semoga dari serangkaian program kewirausahaan inilah, munculah para pengusaha baru yang bisa menjawab tantangan itu," kata Ardie kepada Tribunjateng.com

Menurut dia, festival ini diselenggarakan untuk membangkitkan semangat berwirausaha menjadi bos muda.

"Kami ingin mereka yang sudah tumbuh terus dioptimalkan, selian juga mencetak wirausaha baru,'' sambung dia.

Ardie menyebut bahwa kegiatan festival ini mendapat dukungan dari 11 lembaga kementerian pusat.

11 kementerian itu, kata dia, berperan aktif dalam memberi bantuan berupa fasilitas program yang bisa dimanfaatkan secara optimal oleh peserta festival berupa pelatihan inovasi dan pengembangan bisnis berkelanjutan.

Dia juga mengaku potensi usaha di Kabupaten Tegal cukup bagus karena penggerak utama bisnis ada di pengolahan teh dan logam.

''Sementara untuk sektor pertanian, kami khawatir akan tergerus dengan teknologi digital. Kami punya taman teknologi pertanian yang diharapkan bisa memberikan manfaat kepada kalangan anak muda,'' paparnya.

Perlu diketahui, festival yang diikuti oleh kalangan pengusaha muda ini gelar mulai 31 Maret sampai dengan 11 April 2019.

Ada sekitar 20 stand yang memamerkan beragam hasil kerajinan di lokasi festival.

"Stand di sini juga gratis. Jadi, bagi yang hendak memamerkan hasil inovasinya bisa ikut sekarang. Tim kami masih menerima adanya penambahan stand. Pokoknya sampai 11 April besok," lanjut dia. (TRIBUN JATENG/GUM).

Penulis: Akhtur Gumilang
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved