Cegah Banjir, Bupati Wihaji Siap Bentuk Pasukan Got, Libatkan Tiga Dinas

Bahkan, banjir yang melanda Kabupaten Batang pada awal tahun 2019 diklaim sebagai banjir terparah

Cegah Banjir, Bupati Wihaji Siap Bentuk Pasukan Got, Libatkan Tiga Dinas
Tribunjateng.com/Dina Indriani
Banjir di wilayah batang 

TRIBUNJATENG.COM,BATANG - Setiap memasuki musim penghujan, beberapa wilayah Kabupaten Batang kerap dilanda banjir seolah sudah menjadi agenda tahunan.

Bahkan, banjir yang melanda Kabupaten Batang pada awal tahun 2019 diklaim sebagai banjir terparah.

Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Batang segera mengevaluasi dan berbenah permasalahan yang terjadi selain memang karena curah hujan.

Menurut Bupati Batang, Wihaji selain karena fenomena alam, curah hujan yang tinggi juga ada dua penyeban yakni pendangkalan sungai dan sampah.

Selain fenomena alam, menurut saya ada sebab lain, setidaknya ada dua penyebabnya yakni pendangkalan sungai dan sampah.

"Ini yang masih menjadi permadalahan yang masih susah untuk dikendalikan butuh juga kesadaran dri masyarakat, karena faktanya dari banjir kemarin beberapa titik genangan air tidak segera berkurang karena adanya hambatan sampah di berbagai tempat dan setelah dikeruk air mengalir cepat," terang Bupati Wihaji, Selasa (2/4/2019).

"Saluran air atau got memang bertumpuk sampah yang berakibat pada penyumbatan air dan pendangkalan, ini perlu kita bersihkan.

Tugasnya hanya fokus khusus membersihkan got, jadi supaya jelas tanggung jawabnya dan dari Dinas terkait tidak ada saling lempar," jelasnya.

Dalam pembentukan pasukan got, Pemkab akan melibatkan tiga Dinas.

"Pasukan Got kita ambil dari Pekerja Harian Lepas (PHL) di tiga OPD, yaitu Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perumaham dan Pemukiman dan dinas Pekerjaan Umum, yang minimal pasukanya beragotangan 10 orang," ujarnya.

Bupati juga menjelaskan bahwa saluran air atau sungai yang menjadi fokus untuk dibersihkan yaitu, Sungai Watusalit, Got dan sungai Jalan Ahmad Yani, Jalan Gajah Mada dan beberapa sungai - sungai penghambat air.

"Pasukan got setiap hari kita terjunkan untuk menbersihkan sampah di sungai, sehingga sungainya lancar, dan terawat bersih dari sampah dan pendangkalan," jelasnya.

Sementara untuk peralatan Pemkab sudan menyiapkannya, diambil dari masing - masing di tiga Dinas yang memilikinya, baik alat berat maupun yruk pengangkut sampahnya.

Selain kinerja Pemerintah, Wihanu berhara ada peran masyarakat untuk ikut peduli bersama untuk meminimalisir banjir.

"Tanpa kerjasama dan kepedulian masyarakat, mustahil bisa terlaksana, oleh karena itu, ayo bareng - bareng gotong royong kerja bhakti dan jangan buang sampah sembarang apalagi di sungai," pungkasnya. (din)

Penulis: dina indriani
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved