Kabupaten Pekalongan Peringkat Ketiga Terbanyak Kasus Pernikahan Dini, Ratusan Akibat Hamil Duluan

Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes Kabupaten Pekalongan, Ida Sulistiani menerangkan, tercatat ada 5 pernikahan di usia kurang dari 16 tahun.

Kabupaten Pekalongan Peringkat Ketiga Terbanyak Kasus Pernikahan Dini, Ratusan Akibat Hamil Duluan
TRIBUN JATENG/BUDI SUSANTO
Paparan yang dilakukan Dinkes Kabupaten Pekalongan terkait pengurangan jumlah bayi gizi buruk dan kematian ibu hamil di aula Dinkes beberapa waktu lalu. 

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Angka pernikahan dini di Kabupaten Pekalongan pada 2017 mencapai 2.024.

Hal tersebut menjadikan Kota Santri menempati peringkat ketiga jumlah pernikahan dini terbanyak di Jawa Tengah.

Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pekalongan, jumlah terbanyak dalam data lima tahunan dengan kasus pernikahan dini ada di Kabupaten Grobogan dan Brebes.

Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes Kabupaten Pekalongan, Ida Sulistiani menerangkan, tercatat ada 5 pernikahan di usia kurang dari 16 tahun.

Sedangkan pernikahan di usia 16 tahun terdapat 394, usia 17 tahun ada 754, dan 871 kasus menikah di usia 18 tahun.

"Padahal menurut BKKBN usia pernikahan ideal untuk laki-laki berumur 25 tahun dan perempuan 20 tahun. Usia tersebut merupakan usia kematangan organ reproduksi dan mental," ujarnya, Selasa (2/4/2019).

Selain pernikahan dini, ia menjelaskan banyaknya calon pengantin yang sudah hamil saat dilakukan tes kehamilan pada 2018 mencapai 306 orang.

"Tes yang dilakukan pada 2018, dari 7.529 calon pengantin, 306 calon wanitanya positif mengandung terlebih dahulu. Jumlah terbanyak ada di Kecamatan Paninggaran, kemudian Kecamatan Kesesi, dan Kecamatan Wiradesa," jelasnya.

Menurut Ida, pernikahan dini dan calon pengantin positif hamil menjadi satu di antara faktor penyebab kematian ibu hamil.

"Pada 2018, terdapat satu kasus kematian ibu hamil dengan usia ibu di bawah 20 tahun. Padahal, tahun itu, terdapat 247 ibu hamil yang usianya kurang dari 16 tahun," bebernya.

Sehingga, lanjutnya, ibu hamil dari pernikahan dini ini perlu perhatian lebih.

"Kami berharap, semua calon pengantin diperiksa sebelum menikah, karena kehamilan yang tidak dikehendaki berpotensi mempengaruhi kesehatan janin dan ibunya, serta melanggar norma agama," tambahnya. (Budi Susanto)

Penulis: budi susanto
Editor: deni setiawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved