Cak Nun Ajak Memahami Isra Mikraj sebagai Proses Perjalanan Hidup

Sinau bareng Cak Nun dan Kiai Kanjeng memperingati Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW di Masjid Ngemplak, Desa Gondosari, Kecamatan Gebog Kabupaten Kudus.

Cak Nun Ajak Memahami Isra Mikraj sebagai Proses Perjalanan Hidup
TRIBUN JATENG/RIFQI GOZALI
Budayawan Emha Ainun Nadjib saat sinau bareng di Masjid Ngemplak, Desa Gondosari, Kecamatan Gebog Kabupaten Kudus Rabu (2/4/2019) malam. 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Budayawan Emha Ainnun Najib mengajak seluruh masyarakat untuk bersyukur dan memaknai proses perjalanan kehidupan untuk meningkatkan ilmu, keimanan, dan ketakwaan.

Di depan jamaah sinau bareng Cak Nun dan Kiai Kanjeng memperingati Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW di Masjid Ngemplak, Desa Gondosari, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, Selasa (2/4/2019) malam, Cak Nun sapaan akrabnya mengajak jemaah untuk memahami makna Isra Mikraj sebagai proses perjalanan hidup.

Cak Nun mencontohkan, proses menanam jagung hingga panen memakan waktu tiga bulan, padi bisa dipanen dalam waktu tiga hingga empat bulan, pohon jati butuh bertahun-tahun hingga bisa dipetik hasilnya.

Kunjungi Semarang, Cak Nun Singgung Ancaman Amien Rais Akan Lakukan People Power Jika Pemilu Curang

Di sisi lain, rumput tanpa ditanam pun cepat tumbuhnya.

Begitu juga dalam proses perjalanan belajar manusia.

Ada yang cepat menangkap ilmu yang diajarkan, ada yang butuh bertahun-tahun untuk bisa memaknai ilmu yang dipelajari.

"Yang terpenting saat ini adalah, tanamkan kebaikan pada anak-anak kita, sirami setiap hari, karena kita tidak tahu kapan bisa memanen hasilnya. Allah yang mengetahuinya,” katanya.

Meski begitu, jika proses menanam, menyirami dilakukan terus menerus, kemudian berserah diri kepada Allah, maka yakin Allah akan memberi hasil terbaik.

Sebaliknya, jika kejelekan-kejelekan yang selalu ditampilkam, diumbar di media sosial, maka kita akan mewariskan kebencian kepada generasi penerus.

Tanpa ilmu dan pengetahuan, lanjut Cak Nun, orang hanya akan melihat hitam dan putih saja.

“Pilpres hanya ada Jokowi dan Prabowo. Padahal urusan Pilpres tidak berhenti di Pilpres saja. Pilpres hanya urusan yang sangat kecil. Selalu tingkatkan cara berpikir di tengah hal-hal yang kita tidak paham,” katanya.

Karena itu, lanjut Cak Nun, jangan sampai terpisah iman dan takwa kepada Allah.

“Bereskan dulu urusanmu, keluargamu dengan Allah dan Kanjeng Nabi. Porses selanjutnya akan diperjalankan oleh Allah, Allah yang akan mengaturnya. Jadi ada atau tidak ada pemilu kita tidak akan terpengaruh,” katanya.

Hadir pada sinau bareng yang digelar PR Sukun itu Bupati dan Wakil Bupati Kudus HM Tamzil dan Hartopo, Kapolres Kudus AKBP Saptono, Budayawan Anis Sholeh Baasyin dan Abdul Jalil. (goz)

Penulis: Rifqi Gozali
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved