Jelang Pemilu 2019, Produksi Kain Tenun ATBM di Kabupaten Pekalongan Menurun

Menjelang Pilpres dan Pileg 2019, produksi tenun di perajin Alat Tenun Bulan Mesin (ATBM) mulai menurun.

Jelang Pemilu 2019, Produksi Kain Tenun ATBM di Kabupaten Pekalongan Menurun
Tribun Jateng/ Indra Dwi Purnomo
Sejumlah pekerja memproduksi kain tenun di sentra industri kain tenun Pakumbulan, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Rabu (3/4/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) atau Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 serentak, produksi tenun di perajin Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) mulai menurun.

Hal itu diungkapkan Wahyudin (42) satu di antara beberapa perajin tenun ATBM yang berada di daerah Pakumbulan RT 19 RW 10, Kecamatan Buaran Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah mengatakan kondisi pasar dalam produksi tenun saat ini masih sepi, beda dibandingkan pada bulan-bulan yang lalu.

"Biasanya empat bulan jelang puasa sudah banyak pesanan. Namun bulan ini berbeda malah produksinya menurun. Tidak hanya di tempatnya, di beberapa perajin juga mengalami penurunan, mungkin penurunan disebabkan jelang pemilu," kata Wahyudin saat ditemui Tribun Jateng, Rabu (3/4/2019).

Maruf Amin Dihadang di Pamekasan Madura, Idham Cholid: Itu Tak Sekadar Muatan Politik

Walaupun di tengah persaingan industri modern mereka masih memilih untuk mempertahankan proses pembuatan kain tenun secara tradisional dengan menggunakan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM).

Menurutnya walaupun pasar sepi ia masih memproduksi namun tidak terlalu banyak yang seperti biasanya.

Dibantu sekitar 16 pekerja yang merupakan warga sekitar, industri miliknya mampu memproduksi
500 meter dalam satu mingggu

"Kain tenun yang sudah jadi saya jual antara Rp150.000-Rp190.000 per lembar ukuran 100x115 sentimeter," jelas bapak yang mempunyai empat anak.

Wahyudin mengungkapkan kain tenun yang dihasilkan masih berupa warna putih polos, namun apabila ada pembeli yang ingin dibuat bermotif dan warna-warni, pihaknya bisa.

"Saat ini hasil produksinya sudah dipasarkan hingga ke Jakarta, Yogyakarta, dan Bali," ujarnya. (dro)

Penulis: Indra Dwi Purnomo
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved