Ingin Warga Disabilitas Turut Bahagia Jelang Hari Jadi Kabupaten Batang, Pemkab Coba Lakukan Ini

Istri Bupati Batang, Uni Kuslantasi Wihaji didampingi Kepala Dinas Sosial Kabupaten Batang Djoko Tetuko menyambangi warga disabilitas di Batang.

Ingin Warga Disabilitas Turut Bahagia Jelang Hari Jadi Kabupaten Batang, Pemkab Coba Lakukan Ini
TRIBUN JATENG/DINA INDRIANI
Istri Bupati Batang Uni Kuslantasi Wihaji didampingi Kepala Dinas Sosial Kabupaten Batang Djoko Tetuko menyambangi dan menyerahkan bantuan kursi roda kepadaa seoraang warga disabilitas di Kecamatan Batang, Kamis (4/4/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Istri Bupati Batang, Uni Kuslantasi Wihaji didampingi Kepala Dinas Sosial Kabupaten Batang Djoko Tetuko menyambangi warga disabilitas di Kecamatan Batang, Kamis (4/4/2019).

Dalam kegiatan sosial tersebut, Uni Kuslantasih Wihaji bersama Djoko Tetuko memberikan sembako dan kursi roda.

"Warga disabilitas di Batang memang cukup banyak. Mereka adalah orang-orang istimewa yang sangat membutuhkan perhatian," tutur Uni Kuslantasih Wihaji yang juga Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Batang itu.

Menjelang HUT Kabupaten Batang, dirinya pun mengajak semua lapisan masyarakat, baik kaum duafa maupun disabilitass untuk dapat bersama-sama pula merasakan kebahagiaan dan kemeriahannya.

“Pada Hari Jadi ke 53 Kabupaten Batang, juga perlu berbagi dan menghibur warga disabilitas. Hal kecil yang kami lakukan seperti saat ini," ungkapnya.

Diharapkannya, dari yang dilakukan dapat bermanfaat bagi mereka, warga disabilitas. 

"Mereka butuh kita yang memiliki kesempurnaan. Sehingga mereka tidak merasa sendiri. Tidak ada manusia yang menginginkan terlahir dengan keterbatasan, maka dampingi mereka secara bersama-sama," ujarnya.

Kepala Dinas Sosial Djoko Tetuko mengatakan, penyandang disabilitas di Kabupaten Batang setiap bulan telah memperoleh santunan dari pemerintah.

“Santunan yang diberikan Rp 150 ribu per orang per bulan. Diserahkan tiap lima bulan. Sebagian besar mereka juga merupakan penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH),” terang Djoko.

Djoko menyampaikan, bagi masyarakat disabilitas yang kurang mampu pun bisa mengajukan bantuan alat bantu seperti kursi roda, alat bantu dengar, alat bantu jalan, ataupun kruk.

"Bantuan ini dapat diperoleh dengan cara mengajukan usulan bantuan disertai data dan kartu tanda identitas bersangkutan yang masih berlaku," tutupnya. (Dina Indriani)

Penulis: dina indriani
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved