Koleksi Stiker dari 18 Negara Dipamerkan di Semarang

Bertempat di Grobak Art Kos Hysteria, Indonesia Foundation mengangkat tema “a socio-ecological propaganda” yang berhubungan dengan permasalahan sosial

Koleksi Stiker dari 18 Negara Dipamerkan di Semarang
Istimewa
Menikmati : Seorang pengunjung pameran Sticker Picnic bertajuk “Earthizen: a socio-ecological propaganda” menikmati stiker yang dipajang di Gerobak Art Kos Hysteria, Semarang pada Minggu, (31/3/ 2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Perkembangan seni hari ini sering mengambil permasalahan sosial riil sebagai wacana dalam karya.

Hal itu pun dilakukan oleh Indoneisa Foundation, kolektif komunitas asal Magelang, ketika menggelar pameran Sticker Picnic bertajuk “Earthizen: a socio-ecological propaganda” pada Minggu, 31 Maret 2019.

Bertempat di Grobak Art Kos Hysteria, Indonesia Foundation mengangkat tema “a socio-ecological propaganda” yang berhubungan dengan permasalahan sosial-ekologis yang terjadi di Indonesia secara khusus dan dunia secara umum.

Pada gelaran keempat ini, pameran Sticker Picnic masih menggunakan stiker sebagai medium berkarya dengan seniman berasal dari 18 negara, seperti Indonesia, Brasil, Slovakia, Jerman, dan Amerika Serikat.

Dalam medan seni rupa saat ini, stiker seringkali dianak-tirikan. Kehadiran stiker hanya sebatas pemanis atau barang dagangan tambahan dari barang utama seperti t-shirt dan CD.

“Stiker itu dianggap sebelah mata. Dianggap manian aja, meskipun sudah banyak yang menganggap serius stiker. Stiker ini dianggap sebatas merchandise,” ucap Kury Setiawan, penyelenggara Earthizen seperti dikutip dalam keterangan tertulis yang dikirim ke Tribun Jateng.

Kehidupan manusia telah berkembang sedemikian pesat. Perkembangan itu juga berimbas pada kehidupan yang semakin menjadi berfokus pada kepentingan individu dan menghilangkan relasi manusia-manusia dan manusia-alam.

Gerak manusia sekarang semakin antroposentris. Pandangan ini menjadi wacana yang dibawa dalam pameran ini.

Earthizen adalah konsep manusia sebagai penghuni bumi yang tidak hanya berfokus pada kebutuhan diri sendiri. Menyebarkan wacana Earthizen adalah tujuan pameran ini. Menggunakan seni dengan medium stiker adalah cara Kury dan kawan-kawan menyebarkan wacana ini.

Stiker dianggap menjadi meidum propaganda yang cukup efektif. Stiker memiliki kelebihan penyebaran sebab stiker dapat berada di banyak ruang. Stiker pun memiliki daya tahan yang lebih lama dan lebih mudah ketika di-display.

“Memang tidak bisa langsung mempropaganda, ini hanya sebuah upaya kecil. Upaya untuk memantik kesadaran. Karena kesadaran itu menular, seperti ketidak sadaran,” ucap Kury.

Intan Adilah (21), mahasiswi IPB yang baru-baru ini tinggal Jalan Stonen Utara I, nomor 18, Semarang, mengatakan bahwa pameran ini cukup menarik.

“Keren ya, soalnya ada pengetahuan baru yang didapat dari pameran ini. Stiker yang dipajang juga keren-keren. Ada yang dari luar negeri juga,” ucap Intan.(*)

Penulis: rival al-manaf
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved