Dinas Kesehatan Jateng Upload Video Goro-Goro Gayeng Germas Tentang Posbindu dan Dokter Hewan

Video bertajuk 4G (Goro-Goro Gayeng Germas) yang baru-baru ini beredar di Youtube, rupanya tidak hanya mendapat respon dari warganet.

Dinas Kesehatan Jateng Upload Video Goro-Goro Gayeng Germas Tentang Posbindu dan Dokter Hewan
TRIBUN JATENG/IDAYATUL ROHMAH
Seorang warga menunjukan video Youtube bertajuk Goro-Goro Gayeng Germas (4G) di cafe Java Supermall, Semarang, Kamis (4/4/2019).

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Video bertajuk 4G (Goro-Goro Gayeng Germas) yang baru-baru ini beredar di Youtube, rupanya tidak hanya mendapat respon dari warganet.

Masyarakat juga berkomentar langsung terkait dua video yang diunggah Dinas Kesehatan Jawa Tengah itu, yakni Posbindu dan Dokter Hewan.

Tefan Randika Putra (25), seorang usahawan asal Banjarnegara mengaku menikmati cerita yang disampaikan melalui kesenian tradisional dengan tokoh punakawan itu.

Menurutnya, dalam video yang masing-masing berdurasi 17 menit 48 detik tersebut selain menghibur juga syarat akan nilai edukasi.

Implementasikan Germas, Dinkes Jateng Ajak ASN Lari Kelililng GOR Tri Lomba Juang

"Meskipun isi cerita mudah ditebak, namu saya tetap menikmatinya sampai akhir karena pembawaannya yang lucu. Selain itu, dari video ini saya jadi tahu lingkar perut tidak boleh melebihi 90 cm," tutur Tefan, Jumat (5/4/2019).

Valentinez Hemanona (27), seorang karyawan swasta mengaku mengapresiasi satu di antara program Dinkes Jateng tersebut.

Menurutnya, dua video "Goro-Goro" itu memuat konten multifungsi.

Selain promosi kesehatan, ia berkomentar, video 4G juga memiliki konten untuk mengenalkan kembali budaya jawa kepada generasi milenial.

"Isinya multifungsi. Selain informatif, juga kreatif mengenalkan budaya. Ini cara baru untuk memromosikan kesehatan kepada masyarakat, terutama bagi generasi milenial," jelas sapaan akrab Inez itu.

Sementara itu, Hariyani (23), mahasiswa Pascasarjana Unnes yang mengaku asal Batam juga turut berkomentar terhadap video yang diunggah sejak Sabtu, (30/3/2019) itu.

Kendati ia mengaku kesulitan dalam memaknai bahasa Jawa, namun ia mengaku pesan cukup tersampaikan dengan pembawaan bahasa yang ringan.

Terutama terkait tajuk "Dokter Hewan", Hariyani mengaku lebih waspada terhadap penyakit yang penularannya melalui hewan.

"Penyakit seperti rabies itu (ternyata) penularannya bisa melalui hewan peliharaan, jika tidak dirawat dengan baik. Ini menarik karena dengan video ini bisa menyampaikan kepada masyarakat," terangnya.

Selanjutnya, mereka berharap sosialisasi baik terkait Posbindu maupun Dokter Hewan tidak hanya melalui youtube.

Lebih dari itu, sosialisasi juga dilakukan baik melalui stasiun TV bahkan turun langsung ke desa-desa.

"Tindak lanjut sosialisasi ini harapannya juga melalui stasiun TV atau bahkan live ke kelurahan-kelurahan di Jawa Tengah agar tersampaikan ke seluruh lapisan masyarakat," kata Inez. (idy)

Penulis: Idayatul Rohmah
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved