DPMPTSP: Iklim Investasi di Kota Semarang Tidak Terpengaruh Pemilu 2019

Kepala DPMPTSP, Ulfi Imran Basuki mengatakan iklim investasi di Kota Semarang tidak mengalami perlambatan jelang Pemilu 2019

DPMPTSP: Iklim Investasi di Kota Semarang Tidak Terpengaruh Pemilu 2019
KOMPAS.COM
ILUSTRASI - Investasi 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Mendekati pemungutan suara, iklim investasi di Kota Semarang tidak mengalami perlambatan.

Hal itu dipaparkan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Ulfi Imran Basuki.

Hal itu ia beberkan saat dihubungi Tribun Jateng, Jumat (5/3/2019). Jika pada pertengahan Maret lalu ia membeberkan investasi sudah masuk ke Kota Semarang senilai, Rp 2,5 triliun, kini sudah bertambah lagi.

"Data terakhir yang kami himpun sudah Rp 3,6 triliun yang masuk. Ini justru terjadi percepatan bukan perlambatan." terangnya kepada Tribun Jateng.

Tips Pengentasan Kemiskinan di Jawa Tengah Menurut Gubernur Ganjar: Mudahkan Investasi Masuk

Menurutnya, pemilihan umum tidak menjadi alasan investor untuk menunda berinvestasi. Ia melihat kondisi politik yang stabil baik di pusat maupun di daerah menjadi salah satu faktor.

"Investor lebih melihat infrastruktur, dan kemudahan proses perizinan. Jadi pemilu tidak ada pengaruhnya. Apalagi Kota Semarang secara infrastruktur sudah cukup bagus, proses perizinan sedang kita genjot terus biar bisa mudah dab cepat namun tetap lengkap," tambahnya.

Ia mengungkap penerapan aplikasi One Singel Submission (OSS), turut mempermudah investor mendapat izin usaha.

Dengan begitu ia yakin nilai investasi akan terus terdongkrak meski sedang mendekati pemilu.

Dengan begitu, Ulfi optimis target investaai yang mencapai Rp 20,5 triliun pada tahun ini juga bisa tercapai.

Kini pihaknya terus memacu sektor sektor potensial penyumbang investasi terbesar di Kota Semarang.

"Yang paling tinggi investasinya di Kota Semarang masih diduduki oleh bidang properti pengembang perumahan, apartemen dan industri," bebernya.

Sebagai informasi pada tahun 2018 lalu investasi di Kota Semarang mencapai Rp 27,5 triliun.

Saat itu, target yang ditetapkan hanya sekitar Rp 17,5 triliun. Itulah yang menjadi dasar tahun ini target mereka naik 20,5 triliun.

"Semoga realisasinya bisa lebih banyak lagi, seperti tahun lalu, kalau seperti ini terus kami optimis," pungkasnya. (val)

Penulis: rival al-manaf
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved