Implementasikan Germas, Dinkes Jateng Ajak ASN Lari Kelililng GOR Tri Lomba Juang

Implementasikan Germas, Dinas Kesehatan Jawa Tengah mengajak para ASN Pemprov Jateng melakukan kegiatan pengukuran kebugaran jasmani.

Implementasikan Germas, Dinkes Jateng Ajak ASN Lari Kelililng GOR Tri Lomba Juang
TRIBUN JATENG/IDAYATUL ROHMAH
ASN Dinkes Jateng bersama Bappeda dan Inspektorat Wilayah melakukan aktivitas fisik kegiatan pengukuran kebugaran jasmani di GOR Tri Lomba Juang, Jumat (05/04/2019) pagi. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Implementasikan Germas, Dinas Kesehatan Jawa Tengah mengajak para ASN Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tingkat Jateng melakukan kegiatan pengukuran kebugaran jasmani.

Ditemui di GOR Tri Lomba Juang, Jumat (5/4/2019) pagi, Dinkes Jateng bersama Bappeda dan Inspektorat Wilayah melakukan aktivitas fisik berupa lari empat putaran atau dengan jarak tempuh 1.600 meter.

"Hari ini baru dua OPD. Nantinya setiap Jumat kita akan bergiliran untuk OPD yang lain," jelas Indiyah Widiastuti, SKM MKes Staf pemegang program kesehatan olah raga Bidang Kesmas Seksi Kesehatan Lingkungan Kesehatan Kerja dan olahraga.

Ikut Senam di Jalan Pemuda, Wali Kota Hendi Buka Rangkaian HUT ke-472 Kota Semarang

Indiyah memaparkan, pengukuran kebugaran dilakukan untuk mengetahui tingkat kebugaran masing-masing ASN.

Hal itu agar nantinya mereka mendapatkan rekomendasi terkait jenis latihan atau olah raga yang harus dilakukan masing-masing individu di setiap minggunya.

"Olah raga nantinya berbeda setiap individu sesuai dengan status kebugaran masing-masing. Kalau status kebugaran kita sudah baik itu relatif lebih banyak jenis olah raga yang bisa dilakukan. Namun jika tingkat kebugarannya masih kurang, hanya dibolehkan dua kali perminggu dengan durasi waktu maksimal 40 menit setiap olah raga," paparnya.

Pengukuran tingkat kebugaran dilakukan menggunakan tabel yang disesuaikan dengan golongan usia.

Indiyah menjelaskan, waktu seseorang menempuh jarak 1.600 meter itu kemudian dihitung dan dibandingkan dengan tabel usia.

"Jadi tabelnya adalah usia 20 tahun sampai 60 tahun. Kalau usia kurang dari 20 tahun beda lagi metodenya dan lebih dari 60 tahun beda juga," tambahnya.

Germas atau Gerakan Masyarakat Hidup Sehat dengan Pendekatan Keluarga

Prasetyo Aribowo Kepala Bappeda menuturkan, kegiatan tersebut merupakan upaya promotif dalam kesehatan.

Terlebih ia sebagai Kepala OPD, selain untuk program rutin, menurutnya dapat memotivasi para stafnya untuk menjaga pola hidup sehat.

"Intensitas pekerjaan menuntut kita semakin berkomitmen tinggi perlu menjaga kesehatan makanya saya olah raga dengan mengajak para staf agar termotivasi. Saya olah raga paling tidak seminggu tiga kali," tuturnya. (idy)

Penulis: Idayatul Rohmah
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved