Kasus Pencurian - Jebol Tembok Toko Aksesoris, Kipli Gasak Uang Toko dan Kotak Amal

Satuan Reserse dan Kriminal Polres Pekalongan akhirnya bisa meringkus perampok toko aksesoris yang berada di Jalan Diponegoro Pekalongan

Kasus Pencurian - Jebol Tembok Toko Aksesoris, Kipli Gasak Uang Toko dan Kotak Amal
TRIBUN JATENG/INDRO DWI PURNOMO
Kasat Reskrim Polres Pekalongan AKP Hery Hariyanto (kiri) sedang memperlihatkan barang bukti kasus perampokan di toko "Yaffa" aksesoris saat press release di Mapolres Pekalongan, Jumat (05/05/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Satuan Reserse dan Kriminal Polres Pekalongan akhirnya bisa meringkus perampok toko aksesoris yang berada di Jalan Diponegoro, Kelurahan Kajen, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah.

Pelaku bernama Sutresno alias Kipli (28) yang beralamat di Dusun Sengon, Desa Pekiringan Alit, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah.

Kasat Reskrim Polres Pekalongan AKP Hery Hariyanto menjelaskan saat peristiwa pelaku merampok pada pukul 09.00 WIB, Sabtu (23/3/2019) lalu.

Pelaku beraksi di toko "YAFFA" aksesoris milik Eka Rinoto di Jalan Diponegoro, Kelurahan Kajen, Kecamatan Kajen, Kabuapaten Pekalongan, Jawa Tengah.

"Pelaku membawa kabur uang kotak amal yang berisi uang senilai Rp 750 ribu, uang yang ada di laci toko sebesar Rp 4,5 juta, satu jam tangan bermerek Alba, satu jam tangan bermerek Guess dan tas slempang bermerek Xsheng. Akibat kejadian tersebut korban mengalami kerugian sekitar Rp 6 juta,"ujar Hery saat menggelar press release di Mapolres Pekalongan, Jumat (05/04/2019) siang.

Hery menyebut pelaku sudah merencanakan perampokan toko aksesoris tersebut.

Dulu pelaku pernah bekerja di toko itu. Kemudian dia keluar dari pekerjaanya karena tidak suka dengan pemilik toko.

Karena sudah mengetahui peta toko, pelaku ingin balas dendam kepada pemilik toko dengan cara merampok isi toko.

"Modus pelaku yaitu dengan cara memanjat tembok kamar mandi belakang dan kemudian membuka genteng atap kamar mandi,"jelasnya.

Hery menambahkan pelaku berhasil diamankan oleh petugas di rumah temannya dan setelah dilakukan penyelidikan pelaku ternyata residivis kasus penggelapan kendaraan bermotor.

"Akibat perbuatannya pelaku akan diancam dengan pasal 363 dengan hukum maksimal 9 tahun kurungan penjara,"imbuhnya. (Dro)

Penulis: Indra Dwi Purnomo
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved