Kabupaten Pekalongan Akan Jadi Tuan Rumah Konferensi Ulama Sufi Internasional

Bupati Pekalongan Asip Kholbihi mengatakan Kabupaten Pekalongan dijadikan tempat pembukaan Konferensi Ulama Sufi Internasional.

Kabupaten Pekalongan Akan Jadi Tuan Rumah Konferensi Ulama Sufi Internasional
TRIBUN JATENG/INDRA DWI PURNOMO
Bupati Pekalongan Asip Kholbihi saat meninjau Jembatan Luragung, Kecamatan Kandanganserang, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, kemarin Jumat (5/4/2019) sore. 

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Jamiyyah Ahlit Thariqah Al-Mu'tabarah An-Nahdliyah (JATMAN) akan menggelar Konferensi Ulama Sufi Internasional “Al-Muntada as-Sufy al-Alamy” di Pekalongan, pada 8-10 April 2019.

Kegiatan ini akan dihadiri ulama dari dalam maupun luar negeri.

Bupati Pekalongan Asip Kholbihi mengatakan Kabupaten Pekalongan dijadikan tempat pembukaan Konferensi Ulama Sufi Internasional.

Tidak hanya itu, konferensi itu juga digelar di Kota Pekalongan dan Konferensi tersebut adalah pertemuan ulama-ulama seluruh dunia.

"Ada 85 ulama dari luar negeri yang akan hadir dan untuk dalam negeri ada 1.500 ulama," kata Bupati Asip Kholbihi saat menghadiri doa bersama dengan puluhan warga Desa Luragung, Kecamatan Kandangserang Kabupaten Pekalongan, Jumat (5/4/2019) sore.

Video Jembatan Darurat Kali Keruh Dibangun, Warga Gelar Doa Bersama Bupati Pekalongan

Selain puluhan ulama sufi dari mancanegara, kegiatan akan dihadiri pula ribuan ulama thariqah dari dalam negeri, sejumlah pejabat, umaro, serta petinggi TNI-Polri.

Menurut Asip para ulama dari luar negeri itu, rencananya akan menginap di Hotel Horison dan Hotel Santika Pekalongan.

Untuk para ulama dari dalam negeri akan berada di rumah-rumah warga di Kota dan Kabupaten Pekalongan.

"Tempat istirahat untuk di Kabupaten Pekalongan berada di daerah Buaran, Kertijayan, Simbang Kulon, Tirto, Kedungwuni, Wonopringgo," tuturnya.

Asip menambahkan konferensi ulama internasional yang hadir di Indonesia untuk bersilahturahmi bersama dan mendoakan agar situasi serta kondisi dunia bertambah baik.

Kemudian akan merumuskan hal-hal yang terkait dengan hukum-hukum syariah yang belum ada dasar hukumnya.

"Yang paling penting dalam konferensi ini yaitu akan membentuk suatu macam organisasi ulama sufi dunia,"paparnya. (dro)

Penulis: Indra Dwi Purnomo
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved