Shalat Jumat Perdana, Bupati Pekalongan Asip Kholbihi Resmikan Masjid Jami Al-Badriyah

Dimana sebelum dilaksanakannya shalat Jumat, masjid tersebut diresmikan oleh Bupati Pekalongan Asip Kholbihi, Jumat (05/04/2019) siang.

Shalat Jumat Perdana, Bupati Pekalongan Asip Kholbihi Resmikan Masjid Jami Al-Badriyah
Tribunjateng/Indra Dwi Purnomo
Penyerahan surat tanah wakaf Masjid Jami Al-Badriyah dari KH Nur Alif Kaswandi (kanan) kepada perwakilan masyarakat Desa Windurojo dengan disaksikan langsung oleh Bupati Pekalongan Asip Kholbihi (tengah), Jumat (05/04/2019) siang. 

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Warga Dusun Kuthowangi, Desa Windurojo, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah khususnya jemaah Masjid Jami Al-Badriyah melakukan shalat Jumat perdana bersama Bupati Pekalongan Asip Kholbihi.

Dimana sebelum dilaksanakannya shalat Jumat, masjid tersebut diresmikan oleh Bupati Pekalongan Asip Kholbihi, Jumat (05/04/2019) siang.

Bupati Pekalongan menyampaikan pihaknya mengucapkan terimakasih kepada KH Nur Alif Wasnadi yang sudah mewakafkan masjid tersebut kepada masyarakat Dusun Kuthowangi, Desa Windurojo, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah.

"Masjid ini adalah sesuatu karunia dari Allah SWT karena keluarga KH Nur Alif Wasnadi sudah membangun di dusun ini,"kata Bupati Pekalongan Asip Kholbihi saat ditemui Tribun Jateng.

Menurut Asip pembangunan masjid ini menghabiskan dana sekitar Rp 1,8 miliyar dan itu murni dari uangnya sendiri

Tidak hanya itu, masjid tersebut diperuntukkan untuk masyarakat Dusun Kuthowangi, Desa Windurojo, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan.

"Untuk itu saya meminta kepada masyarakat Dusun Kuthowangi untuk meramaikan masjid tersebut,"jelasnya.

Asip menjelaskan hal ini menjadi suatu kehormatan bagi pemerintah Kabupaten Pekalongan atas apa yang diberikan KH Nur Alif Wasnadi beserta keluarga untuk masyarakat Desa Windurojo.

Memang di Desa Windurojo masih ada persoalan yaitu berkaitan dengan infrastruktur yang menghubungkan Kecamatan Kandanganserang dan persoalan tersebut akan dibahas tahun ini.

"Tidak hanya itu, di Desa Windurojo merupakan salah satu desa binaan ESDM Provinsi Jawa Tengah yang nantinya ada kebijakan-kebijakan lintas sektoral untuk memperdayakan masyarakat sekitar,"tandasnya.

Terpisah KH Nur Alif Wasnadi mengungkapkan bangunan masjid yang dibangun ini luasnya 750 meter dengan luas bangunan 16x16 meter dan pembuatan masjid ini murni dari dana pribadi sendiri.

Menurutnya masjid dibangun sejak 8 bulan yang lalu dan saat ini masih progresnya masih 98 persen.

"Hanya pagar masjid yang belum selesai dan nantinya akan segera diselesaikan. Setelah semuanya jadi masjid berserta isinya akan diserahkan langsung kepada masyarakat Desa Windurojo,"ujar KH Nur Alif Kaswandi mewakili keluarga Badriyah.

KH Nur Alif Kaswandi menambahkan ia tidak meminta uang sedikitpun dari warga setempat. Pembiayaan masjid ini murni dana sendiri.

"Harapannya masjid ini bisa digunakan untuk beribadah dan kegiatan keagamaan seperti Isra Mi'raj dan Maulid Nabi,"imbuhnya. (Dro)

Penulis: Indra Dwi Purnomo
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved