Stunting Di Kabupaten Tegal 5 Persen, Bupati Sebut 5500 Balita Bertubuh Pendek Karena Asupan Gizi

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tegal mencatat prevalensi kasus stunting atau masalah kurang gizi kronis sebesar 5 persen di wilayahnya.

Stunting Di Kabupaten Tegal 5 Persen, Bupati Sebut 5500 Balita Bertubuh Pendek Karena Asupan Gizi
GOOGLE
Ilustrasi 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tegal mencatat prevalensi kasus stunting atau masalah kurang gizi kronis sebesar 5 persen di wilayahnya.

Apabila dihitung, ada sekitar 5500 balita di Kabupaten Tegal yang bertubuh pendek akibat kekurangan gizi kronis.

Hal itu diungkapkan Bupati Tegal, Umi Azizah saat sosialisasi dan dialog interaktif pada Jumat (5/4/2019) malam kemarin, di Alun-alun Hanggawana Slawi.

Dialog interaktif yang dikemas dengan pagelaran wayang kulit itu, Umi sekaligus ingin menyosialisasikan perilaku hidup bersih dan sehat dalam rangka penurunan prevalensi stunting.

"Kabupaten Tegal sendiri jumlah prevalensi stunting ada 5 persen. Ada sekitar 5500 balita bertubuh pendek akibat kekurangan gizi kronis. Perlu kerja keras lintas sektoral untuk menangani ini," kata Umi dalam dialog.

Disdukcapil Tetap Layani Rekam Data E-KTP Saat Pencoblosan Pemilu, Contohnya di Kabupaten Tegal

Dalam hal ini, Umi menyoroti tentang penyebab prevalensi stunting di antaranya pola asuh anak yang dipercayakan kepada pengasuh atau kepada mereka yang kurang paham tumbuh kembang anak.

Kemudian, lanjut Umi, pernikahan dini juga bisa menjadi salah satu penyebab kurangnya pengetahuan tentang pola asuh anak.

"Maka dari itu, saya berpesan kepada para Camat yang hadir, untuk disampaikan ke Kepala Desa agar memperhatikan gizi anak terutama anak-anak dari keluarga kurang sejahtera," pungkas Umi

Sementara itu, Direktur Informasi Publik Bidang Pembangunan dan Kebudayaan Kemenkominfo, Wiryanto menyatakan, hasil riset tentang stunting tahun 2013 ada 37,2 persen.

Selama kepemimpinan Jokowi ini, Pemerintah pada tahun 2018 berhasil menurunkan stunting menjadi 30,8 persen.

"Hal Ini tentu menunjukan keseriusan Pemerintah Pusat dalam menangani Prevalensi Stunting," terang Wiryanto. (gum)

Penulis: Akhtur Gumilang
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved