Peringati Hari Nelayan, Warga Tambakrejo Berharap Pemkot Lebih Perhatian Terhadap Nelayan

Warga Kampung Tambakrejo, Kelurahan Tanjungmas, Kecamatan Semarang Utara berharap Pemkot Semarang memberikan perhatian kepada para nelayan.

Peringati Hari Nelayan, Warga Tambakrejo Berharap Pemkot Lebih Perhatian Terhadap Nelayan
TRIBUN JATENG/EKA YULIANTI FAJLIN
Warga Tambakrejo Kota Semarang menjajakan dagangan olahan berbagai tangkapan laut di bawah jembatan arteri Soekarno-Hatta, Minggu (7/4/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Warga Kampung Tambakrejo, Kelurahan Tanjungmas Kecamatan Semarang Utara berharap Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang lebih memberikan perhatian kepada para nelayan.

"Kami mengetuk pintu Pemkot untuk tidak mengabaikan hak nelayan. Apalagi Tambaklorok dijadikan sebagai kampung nelayan, kalau nelayan Tambakrejo nanti pada pindah bagaimana mau dijadikan sebagai kampung nelayan," ujar Rahmadi, Ketua RT 05 RW 16, Tambakrejo, disela-sela rangkaian acara Peringatan Hari Nelayan di Kampung Tambaklorok, Minggu (7/4/2019).

Dia berharap Pemkot Semarang benar-benar memikirkan nasib mereka yang harus tergusur proyek normalisasi Banjir Kanal Timur (BKT). Dia meminta Pemkot serius dalam merencanakan pembangunan rumah susun sewa (rusunawa) khusus bagi para nelayan di daerah Tambakrejo.

"Kami sudah bersedia pindah tapi hingga saat ini kami pun menunggu tempat relokasi sementara selesai diurug. Hampir dua bulan pengurukan tidak dilanjutkan karena kendala hujan dan yang lainnya," ucapnya.

Pembangunan Kampung Bahari Tambaklorok Semarang Masih Terkendala Pembebasan Lahan

Guna memberikan stimulan menguatkan mental warga Tambakrejo yang tempat tinggalnya akan direlokasi, pihaknya bersama dengan para aktivis yang peduli terhadap nasib nelayan mengadakan serangkaian acara Hari Nelayan yang jatuh pada Sabtu (6/4/2019) lalu.

"Sabtu kemarin semua warga Tambakrejo mengadakan upacara hari nelayan di sini. Kami adakan upacara agar mental kami lebih kuat. Tujuan utamanya adalah sebagai perjuangan kami untuk melawan penggusuran. Walaupun kami tidak melawan secara langsung," ujarnya.

Selain mengadakan upacara, pihaknya juga mengadakan pasar tiban di bawah jembatan arteri Soekarno-Hatta, tepatnya di Kampung Tambakrejo. Pasar tiban ini menyediakan berbagai olahan kuliner hasil tangkapan laut para warga seperti cumi-cumi, kerang, tiram, kepiting, udang dan lainnya. Gelaran ini bertujuan untuk menyejahterakan ekonomi warga. Ini merupakan bentuk respon masyarakat yang akan tergusur agar pemerintah mengetahui bahwa masyarakat pesisir juga perlu kesejahteraan.

"Hari ini puncak acaranya. Yang menginisiasi acara ini sebenarnya para aktivis yang peduli pada kami. Intinya, melalui kegiatan ini kami ingin agar masyarakat bisa sejahtera," tuturnya.

Tidak hanya itu, dalam rangkaian peringatan hari nelayan dia juga memberikan hiburan kepada pengunjung menikmati suasana naik perahu mengitari sungai.

Menurut Rahmadi, Kota Semarang mempunyai daerah pesisir yang cukup luas namun penataan untuk wisata laut belum maksimal. Sehingga, dia mencoba membuka wisat naik perahu keliling Tambakrejo. Hanya dengan Rp 10 ribu, para wisatawan bisa menikmati pemandangan laut.

"Untuk sementara, waktunya hanya dibuka tiap kali ada event saja, misal kalau ada agustusan, pasar tiban dan event-event yang lain," jelasnya.

Melalui wisata perahu ini, harapnya, perekonomian dapat masyarakat dapat meningkat dan pemerintah diharapkan melihat semangat warga yang ingin memajukan Tambakrejo.

"Jika nanti ada banyak bantuan khususnya bantuan secara finansial, tidak menutup kemungkinan Wisata Perahu akan dibuka sesering mungkin," tambahnya.

Wali Kota Hendi Ingin Pasar Tambaklorok Jadi Pusat Wisata Kuliner Ikan Laut Semarang

Aliansi Masyarakat Sipil Jawa Tengah untuk Keadilan Pesisir, Nico Wauran mengatakan, berbagai rangkaian acara ini merupakan kepeduilannya untuk merefleksi Hari Nelayan Nasional. Ini juga bentuk solidaritas perjuangan menguatkan warga Tambakrejo karena terdampak penggusuran dari bantaran sungai BKT.

"Salah satu refleksi utama hari nelayan adalah masyarakat pesisir dan nelayan agar tidak dijauhkan maupun terusir dari pesisir," katanya. (eyf)

Penulis: Eka Yulianti Fajlin
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved