ASN Polri Peroleh Penghargaan, Kapolres Kendal: Apresiasi Keberaniaan Yahya Lerai Aksi Penganiayaan

Kapolres Kendal AKBP Hamka Mappaita memberikan penghargaan kepada PNS Polri bernama Muhammad Yahya yang telah berani melerai aksi penganiayaan.

ASN Polri Peroleh Penghargaan, Kapolres Kendal: Apresiasi Keberaniaan Yahya Lerai Aksi Penganiayaan
ISTIMEWA
Kapolres Kendal AKBP Hamka Mappaita memberikan penghargaan kepada Muhammad Yahya, PNS Polri yang bertugas di Polsek Kota Kendal karena berani menghentikan aksi penganiyaan di halaman minimarket belum lama ini. 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Kapolres Kendal AKBP Hamka Mappaita memberikan penghargaan kepada PNS Polri bernama Muhammad Yahya yang berupaya melerai tindakan penganiayaan di depan minimarket Kelurahan Ketapang, Kecamatan Kendal Kota, yang terjadi belum lama ini.

Penghargaan kepada PNS yang bertugas di Polsek Kota Kendal itu diberikan pada apel pagi, Senin (8/4/2019) di halaman Mapolres Kendal.

AKBP Hamka mengatakan, pemberian penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi terhadap sikap berani Muhammad Yahya dalam menghentikan penganiyaan yang dilakukan oleh seorang pria kepada wanita.

Bahkan dalam upaya penghentian penganiayaan itu, Muhammad Yahya sempat dipukul menggunakan besi oleh pelaku sehingga harus menjalani perawatan di RSUD dr Soewondo selama sepekan.

“Sikap berani dan melindungi perempuan yang dilakukan Muhammad Yahya dapat menjadi contoh kepada seluruh anggota Polri maupun ASN yang bertugas di Polri," ujarnya.

Menurutnya, sikap Muhammad Yahya harus dimiliki setiap anggota Polri.

Hal itu sesuai tugas Polri yakni pelindung dan penganyom masyarakat.

"Meskipun dirinya ASN, dirinya memiliki naluri dan keberanian dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat,” kata AKBP Hamka.

Diapun juga mengingatkan mendekati hari pemungutan suara, anggotanya harus dapat mengasah kepekaan terhadap situasi dan menggali informasi di tiap wilayah mereka bertugas sehingga dapat dilakukan antisipasi dan perencanaan secara matang dalam mengamankan pemilu.

"Tingkatkan sinergitas dengan tokoh-tokoh agama dan masyarakat dalam upaya penciptaan situasi kondusif pada pemilu," katanya.

Muhammad Yahya mengatakan, saat terjadi tindak penganiayaan, pelaku sedang dalam pengaruh minuman beralkohol.

Saat dipisahkan pelaku semakin beringas dan meluapkan emosi kepada dirinya.

"Niat saya hanya melerai. Di sisi lain itu refleks ketika melihat wanita dianiaya, saya berupaya menghentikan. Namun pelaku semakin buas dan melampiaskan emosi kepada saya," pungkasnya. (Dhian Adi Putranto)

Penulis: Dhian Adi Putranto
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved