Pilpres 2019

Besok, Jokowi Kampanye di Stadion Sriwedari Solo, Ada Aturan Larangan Drone

Kampanye terbuka calon presiden (capres) nomor urut 01 Jokowi akan berlangsung di Solo, Selasa (9/4/2019).

Besok, Jokowi Kampanye di Stadion Sriwedari Solo, Ada Aturan Larangan Drone
TRIBUN JATENG/PERMATA PUTRA SEJATI
Jokowi dan Iriana menyapa pendukung dan massa kampanye terbuka di depan lapangan Sasana Krida, GOR Satria Purwokerto, Banyumas, Kamis (4/4/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Kampanye terbuka capres nomor urut 01, Jokowi, akan berlangsung di Solo, Selasa (9/4/2019).

Kampanye dan juga rapat umum terbuka Jokowi-Maruf Amin bakal dipusatkan di Stadion Sriwedari Solo, mulai pukul 15.00 WIB - 17.00 WIB.

Kapenrem 074/Warastratama, Mayor Inf Mantang, menuturkan jika kampanye terbuka ini akan dihadiri Jokowi.

Dari informasi yang diterima TribunSolo.com, capres nomor urut 01 Jokowi rencananya akan naik kereta kencana dari Lapangan Kottabarat menuju lokasi untuk berkampanye.

Jokowi akan berbaur dan menyapa warga saat kampanye di Stadion Sriwedari Solo.

Namun, ada peraturan yang wajib dipatuhi warga yang hendak menyaksikan kampanye Jokowi-Maruf Amin di Solo.

Aturan tersebut yakni dilarang menggunakan drone selama Presiden Jokowi berkampanye, baik untuk wartawan maupun warga.

"Hanya diperbolehkan penggunaan drone, sebelum RI 1 datang. Apabila RI I datang semua drone di-off-kan kecuali drone yang disiapkan Paspampres," ungkap Mantang.

Selain aturan soal drone, TKD Jokowi-Maruf Amin juga mengimbau masyarakat Solo pendukung paslon 01 agar menuju lokasi dengan berjalan kaki.

Ketua DPC PDI Perjuangan, FX Hadi Rudyatmo, sudah melarang massa datang menggunakan kendaraan sepeda motor yang knalpotnya tidak standar pabrikan alias brong.

Pihaknya, sudah berkoordinasi dengan Polresta Solo tentang larangan ini.

Adapun menurut Kapolresta Solo, Kombes Pol Ribut Hari Wibowo, polisi siap memberikan pembelajaran kepada pelanggar yang nekat.

"Ya tidak hanya dikenai tilang, tetapi pelanggar itu harus memasang sendiri knalpot aslinya," ungkap dia.

"Karena kan sebenarnya pelanggar ini tahu salahnya, makanya harus diingatkan lagi," katanya menegaskan. (*)

Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Solo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved