BPJS Kesehatan Semarang Hadirkan Diskon Menarik Supaya Peserta JKN-KIS Membayar Tunggakan

BPJS Kesehatan Cabang Semarang, memberikan berbagai promo kepada peserta JKN-KIS yang menunggak iuran untuk segera melunasi tunggakannya.

BPJS Kesehatan Semarang Hadirkan Diskon Menarik Supaya Peserta JKN-KIS Membayar Tunggakan
TRIBUN JATENG/DESTA LEILA KARTIKA
Penandatanganan Perjanjian Kerjasama Program Loyalitas Bagi Peserta JKN-KIS, berlokasi di Kantor BPJS Kesehatan Semarang, Jalan Sultan Agung Nomor144 Semarang, Senin (8/4/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - BPJS Kesehatan Cabang Semarang, memberikan berbagai promo menarik yang diharapkan dapat menjadi perangsang bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Promo ini diharapkan dapat merangsa para peserta JKN-KIS yang menunggak pembayaran iurannya, untuk segera melunasi tunggakan iuran.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Semarang, Agus Purwono mengatakan, untuk memanfaatkan diskon tersebut sebagai syarat utama dengan menunjukkan kartu JKN-KIS yang aktif.

Keaktifan Kepesertaan JKN –KIS dapat dicek melalui website BPJS Kesehatan, atau Aplikasi Mobile JKN yang dapat diunduh pada Play store untuk Android dan Apple Store untuk Apple.

Kartu JKN-KIS tidak hanya memberikan perlindungan kesehatan namun juga manfaat tambahan bagi Pesertanya.

Kisah Hedy, Pasien BPJS Yang Merasa Belum Sembuh Namun Sudah Disuruh Pulang dari Rumah Sakit

Terhitung sejak bulan April Tahun 2019 sampai dengan April tahun berikutnya, BPJS Kesehatan menggandeng beberapa merchant untuk dapat memberikan promo menarik bagi Peserta JKN-KIS yang melakukan transaksi di gerainya.

Beberapa merchant yang berpartisipasi dalam memberikan promo diskon antara lain Pesonna Hotel, Hotel Grasia, Hotel Noormans, Hotel Neo Candi, Laboratorium Prodia, Laboratorium Sarana Medika, Laboratorium Cito, dan Water Blaster.

"Promo yang diberikan di antaranya Hotel Noormans berupa diskon 50% untuk kamar, Hotel Pesonna 50% untuk kamar dan alacarte Indonesian Favourites diskon 20%, Hotel Grasia diskon 50% untuk kamar dan 15% untuk Restoran, Hotel Neo Candi harga special untuk superior room dan 10% Noodle Restaurant," jelas Agus Purwono, pada tribunjateng.com, Senin (8/4/2019).

Adapun promo lain, lanjutnya, yaitu Laboratorium Cito dan Sarana Medika 20% untuk Medical Cek up bentuk panel dan 10% untuk semua jenis pemeriksaan, Laboratorium Prodia 12% untuk Medical Cek up bentuk panel dan 10% untuk semua jenis pemeriksaan, Water Blaster Potongan Harga Rp 20 ribu.

Saat ini BPJS Kesehatan Cabang Semarang telah bermitra dengan 337 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) yang terdiri atas 64 puskesmas, 118 klinik pratama swasta, 97 dokter umum, 38 dokter gigi, 11 klinik pratama TNI/POLRI, 9 klinik BUMN di Kota Semarang dan Kabupaten Demak.

Selain itu, BPJS Kesehatan Cabang Semarang juga telah bekerja sama dengan Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) yang terdiri atas 25 rumah sakit, termasuk di dalamnya 3 klinik utama, 1 apotek obat kronis, serta 31 optik.

"Per April 2019, kepesertaan program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) Kota Semarang telah mencapai 96,03% dan di Kabupaten Demak sebanyak 95,43%, dari total penduduk yang ber KTP di masing-masing kabupaten/kota dengan total peserta mencapai 2.673.702 jiwa," ungkapnya.

Ini Tujuan BPJS Kesehatan Hadirkan Mobile Costumer Service Tiap Kecamatan di Kota Semarang

Agus menambahkan, BPJS Kesehatan mencatat per 31 Maret 2019 terdapat tunggakan iuran sebanyak Rp 55 miliar dari segmen Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU).

Adapun upaya yang dilakukan BPJS Kesehatan untuk mengatasi tunggakan tersebut yaitu seperti menambah channel-channel pendaftaran, sms blast, kemudian telfon, dan penagihan langsung melalui kader JKN.

"Bagi peserta yang menunggak pembayaran iuran di non aktifkan kartu nya. Jadi maksud nya adalah semisal bulan depan tanggal 10 harus membayar iuran tapi ternyata belum dilakukan, nanti langsung tidak bisa digunakan untuk pelayanan atau ter block oleh sistem. Maka, nanti kalau sakit langsung dibayar saja iuran yang belum dibayarkan, dikali berapa jumlah iuran bergantung kelasnya, nanti kartu akan kembali aktif," pungkasnya. (dta)

Penulis: Desta Leila Kartika
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved