Bupati Sebut Seluruh Desa di Satu Kecamatan Kabupaten Tegal Terendus Mainkan Fee Proyek

Bupati Tegal Umi Azizah melantik 40 Kades terpilih putaran kedua di Pendopo Amangkurat, Pemkab Tegal, Senin (8/4/2019) pagi ini.

Bupati Sebut Seluruh Desa di Satu Kecamatan Kabupaten Tegal Terendus Mainkan Fee Proyek
TRIBUN JATENG/GUM
Pelantikan 40 Kades terpilih putaran kedua di Pendopo Amangkurat, Pemkab Tegal, Senin (8/4/2019) pagi ini. 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Seluruh desa di satu kecamatan Kabupaten Tegal terindikasi menerima fee proyek.

Hal itu diungkapkan Bupati Tegal Umi Azizah dalam pelantikan 40 Kades terpilih putaran kedua di Pendopo Amangkurat, Pemkab Tegal, Senin (8/4/2019) pagi ini.

Dia menuturkan, seluruh desa di kecamatan itu terindikasi ada penyelewengan fee proyek dari calon rekanan.

"Istilahnya DP atau Ijon karena memang proyeknya belum dikerjakan atau hendak dikerjakan," kata Umi dihadapan para Kades yang dilantik.

Sementara, Kepala Dinas Pemberdayakan Masyarakat Desa (Dispermades) Kabupaten Tegal, Prasetyawan menuturkan bahwa kecamatan itu pun diketahui sudah terendus Kejaksaan Negeri (Kejari) Slawi.

"Namun belum bisa saya sebutkan kecamatannya apa. Yang jelas, semua desa di kecamatan itu sudah terendus Kejari," ujar Prasetyawan.

Lebih lanjut, dia juga menyebut ada salah satu Kades yang diketahui sudah satu tahun buron karena menyelewengkan keuangan desa.

Desa itu, kata Prasetyawan, berasal dari Kedungsukun, Kecamatan Adiwerna.

Dia menjelaskan, Kades tersebut sudah sejak awal 2018 diburon oleh Aparat Penegak Hukum (APH).

"Karena menyelewengkan uang desa. Kami pun sampai saat ini, sudah tidak tahu lagi keberadaan kades tersebut. Untuk nominalnya, saya juga tidak tahu. Yang jelas besar nominalnya," tutur dia. (TRIBUN JATENG/GUM).

Penulis: Akhtur Gumilang
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved