HUT Ke-56, Bank Jateng Dukung Program Pengentasan Kemiskinan

Dalam menjalankan peran ini, Bank Jateng turut berkontribusi mendukung program pemerintah dalam pengentasan kemiskinan dan mengurangi pengangguran.

HUT Ke-56, Bank Jateng Dukung Program Pengentasan Kemiskinan
IST
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, dan Bupati Purworejo, Agus Bastian, berfoto bersama perwakilan penerima bantuan di Pendopo Kabupaten Purworejo, Sabtu (7/4). 

TRIBUNJATENG.COM - Memperingati HUT Ke-56 Bank Jateng yang jatuh pada 6 April 2019, Bank Jateng juga memiliki peran sebagai agen pembangunan.

Dalam menjalankan peran ini, Bank Jateng turut berkontribusi mendukung program pemerintah dalam pengentasan kemiskinan dan mengurangi pengangguran.

Hal itu disampaikan Direktur Utama Bank Jateng Supriyatno, di sela-sela acara Silaturahmi Gubernur Jawa Tengah dengan Penerima Bantuan Tahun 2018 -2019 dan Penyerahan Bantuan Gubernur Tahun 2019 di Pendopo Kabupaten Purworejo, Sabtu (6/4).

Pada kesempatan itu, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo SH MIP, menyerahkan bantuan secara simbolis kepada perwakilan penerima.

Bantuan tersebut antara lain berupa bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), Kartu Jateng Sejahtera, Kartu Jateng Sehat, dan bantuan iuran BPJS Ketenagakerjaan.

Supriyatno memaparkan untuk bantuan iuran BPJS Ketenagakerjaan totalnya mencapai Rp 2,01 miliar bagi 120 ribu pekerja rentan atau masing-masing Rp 16.800/orang.

Rinciannya, buruh (8.000), buruh harian lepas (24.729), nelayan (15.489), pedagang (10.000), petani (9.000) dan wiraswasta (52.781).

''Penerima bantuan program BPJS ini tersebar di 11 Kabupaten/Kota antara lain Cilacap, Klaten, Semarang, Ungaran, Kudus dan Pekalongan. Bank Jateng sebagai agen pembangunan, ikut serta mensejahterakan masyarakat yang kurang mampu atau tidak mampu untuk pengentasan kemiskinan dan pengurangan pengangguran,” kata Supriyatno.

Sementara dalam dalam program bantuan dari pemerintah provinsi Jateng, Bank Jateng turut berkontribusi. Antara lain bantuan RTLH sebesar Rp10 juta bagi warga yang rumahnya belum layak huni, serta bantuan untuk pendidikan SD dan Madrasah Ibtidaiyah masing-masing Rp. 2.500.000.

Selain itu juga bantuan iuran BPJS Ketenagakerjaan bagi 500 tenaga kerja informal di Purworejo.

Halaman
12
Editor: abduh imanulhaq
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved