Pembobolan Kasda Semarang - Putri Sebut DAK Selalu Telepon Setiap Ada Setoran Kasda

Bank Tabungan Pensiunan Negara (BTPN) menerima setoran kas daerah Kota Semarang dari pihak peorangan.

Pembobolan Kasda Semarang - Putri Sebut DAK Selalu Telepon Setiap Ada Setoran Kasda
TRIBUN JATENG/RAHDYAN TRIJOKO PAMUNGKAS
Tujuh orang banker dari tujuh bank dihadirkan menjadi saksi pada sidang terdakwa mantan Kepala UPTD Kasda R Dody Kristianto di Pengadilan Tipikor Semarang. Mereka memberikan keterangan dana Kasda yang disimpan di bank tersebut 

"Saya tidak boleh mengambil setoran tersebut karena melanggar sistem operasional prosedur (SOP) Bank BTPN. Selain itu DAK juga melarang untuk mengambil setoran karena terdakwa inginnya dia yang mengambil uangnya," jelas dia.

Selain itu,Bank Pembangunan Daerah (BPD) Jateng juga menemui adanya transferan dana atas nama perorangan ke rekening Kasda Pemkot Semarang.

Transferan dana tersebut satu di antaranya berasal mantan suami DAK.

Pemimpin Cabang Pembantu Metro Peterongan Takari Astuti mengakui transferan dana tersebut berasal dari berbagai atas nama perorangan.

Hal itu diketahuinya setelah diberitahu oleh penyidik.

"Saya baru tahu dari penyidik. Setelah saya tahu saya minta data seluruh Bank Jateng. Karena tranferan itu dari berbagai bank melalui RTGS," ujar dia saat dihadirkan menjadi saksi di pengadilan Tipikor.

Kasus Pembobolan Kasda Semarang Berawal dari Pembukaan Rekening Deposito

Takari mengaku, tidak ada masalah simpanan deposito milik Pemkot Semarang selama di bank Jateng
Tak hanya Bank BTPN, Bank Jateng saja yang terdapat simpanan deposito maupun giro atas nama Kasda Pemkot Semarang.

Bank-bank tersebut diantaranya Bank Rakyat Indonesia (BRI) cabang Semarang Patimura, Bank Mandiri Cabang Pemuda, Bank Mega cabang Pandanaran, dan Bank Tabungan Negara (BTN) cabang Semarang. (rtp)

Penulis: rahdyan trijoko pamungkas
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved