Sambut HUT ke-53 Kabupaten Batang, Pemkab Gelar Kirab Budaya dan Pusaka Tombak Abirawa

Ribuan warga Batang menyaksikan kirab budaya dan pusaka Tombak Abirawa untuk memperingati HUT ke-53 Kabupaten Batang.

Sambut HUT ke-53 Kabupaten Batang, Pemkab Gelar Kirab Budaya dan Pusaka Tombak Abirawa
TRIBUN JATENG/DINA INDRIANI
Warga terlihat saling berebut mengambil gunungan hasil bumi usai di kirab dengan finish di Pendopo Kabupaten Batang, Senin (8/4/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Ribuan warga Batang terlihat berbondong-bondong datang dan memadati kawasan Pendopo Kantor Bupati Batang sampai Jalan Veteran Batang, Senin (8/4/2019) sore.

Mereka terlihat antusias untuk menyaksikan kirab budaya dan pusaka Tombak Abirawa untuk memperingati HUT ke-53 Kabupaten Batang.

Kirab yang diikuti 44 peserta dari Organisasi Perangkat Daerah ( OPD ), Pelajar serta komunitas dan ormas tersebut juga menyuguhkan gunungan dari berbagai hasil bumi di setiap desa seperti kacang panjang, kubis, terong, tomat, bawang, ikan asin, kerupuk, hingga buah-buahan.

Dengan mengusung tema "Mari Kita Tingkatkan Persatuan dalam bingkai NKRI yang berwawasan Nusantara" seluruh peserta kirab mengambil start dari Jalan Veteran menuju Jalan Ahmaf Yani, Jalan Gajah Mada, Jalan Brigjen Katamso dan finish di Pendopo Kabupaten Batang.

Kado Istimewa Capaian Bupati Wihaji dan Wabup Suyono di HUT ke-53 Kabupaten Batang

Sesampainya di finish para peserta kirab disambut meriah ribuan warga yang sudah merapat di Pendopo untuk berebut hasil gunungan.

Usai upacara penutupan oleh Bupati Batang Wihaji, warga yang terlihat tak sabar langsung saling berebut gunungan hasil bumi, meski saling dorong-dorongan dan berdesakan namun mereka tetap terlihat sumringah tatkala berhasil mengambil sejumput sayuran atau buah-buahan.

Satu di antaranya warga Kauman, Kecamatan Batang, Maemunah.

Wanita paruh baya itu pun rela berdesakan, hingga terdorong dan hampir jatuh demi mengambil beberapa hasil bumi.

Menurutnya, dengan membawa hasil bumi yang telah dikirab dan didoakan itu bisa mendapat berkah dengan hasil bumi yang semakin melimpah.

"Ya gak pa-pa walaupun dorong-dorongan sampai saya mau jatuh yang penting bisa dapat beberapa hasil bumi itu, saya dapat kacang panjang, kubis, tomat mau dimasak, Insyaallah ini berkah untuk Batang," ujarnya sambil memperlihatkan plastik berisi hasil bumi yang didapat.

Bupati Batang Wihaji mengatakan kirab budaya merupakan warisan leluhur Kabupaten Batang, dan lebih menarik karena Tombak Abirawa sebagai simbol senjata kebesaran yang asli dikirabkan.

"Tombak Abira selama ini di kirab hanya duplikat tapi kali ini tombak asli yang memiliki sejarah berdirinya Kabupaten Batang," ujarnya.

Catat, Inilah Rangkaian HUT ke-53 Kabupaten Batang, Lomba Video sampai Jelajah Alas Roban

Menurutnya, kirab ini merupakan budaya dan tradisi tahunan yang bersinergi dengan wisata dan menjadi agenda yang sangat ditunggu masyarakat Batang.

"Yang lebih menarik dan unik dan ditunggu masyarakat yaitu gunungan hasil bumi yang diperebutkan, ini senagai wujud syukur kita dengan hasil bumi yang melimpah dan ekonominya bertambah baik," tuturnya.

Bupati berharap kedepan kirab budaya tambah menarik, lebih inovatif dan kreatif sehingga menjadi agenda tahunan yang ditunggu oleh masyarakat secara nasional. (din)

Penulis: dini
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved