Agar Kota Semarang Makin Cantik, DJKN Hibahkan Tanah Senilai Rp 32,6 Miliar pada Pemkot

Direktorat Kekayaan Negara (DJKN) atas nama Kementerian Keuangan baru-baru ini menghibahkan tanah senilai Rp 32,6 miliar kepada Pemerintah Kota (Pemko

Agar Kota Semarang Makin Cantik, DJKN Hibahkan Tanah Senilai Rp 32,6 Miliar pada Pemkot
Istimewa
Kepala Kanwil DJKN Jawa Tengah dan DIY Tavianto dan Wakil Walikota Semarang menandatangani Berita Acara Serah Terima (BAST) Hibah Tanah di Gedung Balaikota Semarang, Kamis (04042019). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Direktorat Kekayaan Negara (DJKN) atas nama Kementerian Keuangan baru-baru ini menghibahkan tanah senilai Rp 32,6 miliar kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang.

Kepala Kanwil DJKN Jawa Tengah dan DIY Tavianto Noegroho menuturkan, hibah dimaksudkan agar aset tersebut dimanfaatkan Pemkot Semarang untuk menjadikan wajah Kota Semarang semakin cantik.

Hal itu didasarkan atas beberapa pertimbangan DJKN yang merasa tanah tersebut akan lebih optimal apabila digunakan sebagai Ruang Terbuka Hijau.

"Kami biasanya kalau punya aset, cari pihak ketiga untuk kerjasama pemanfaatan supaya ada penerimaan negara bukan pajak. Tapi menurut kami itu kurang optimal sehingga sepakat tanah tersebut dihibahkan kepada Kota Semarang," jelas Tavianto di Kantor Wilayah DJKN Jateng dan DIY, Senin (08/04/2019).

Tavianto memaparkan, tanah yang merupakan Barang Milik Negara (BMN) eks. Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) itu nantinya akan disulap Pemkot menjadi taman.

Menurutnya, selain luas tanah yang mencukupi yakni 736 meter persegi, lokasi yang berada di pertemuan jalan Pemuda dan jalan Piere Tendean tepatnya di depan Mal Paragon itu cukup strategis dari jangkauan masyarakat.

"Kami tidak mencari aset ini untuk sekadar menerima profit, tapi bisa saja ada nilai ekonomi sosial yang bisa dikembangkan oleh Pemkot," tambahnya.

Selanjutnya, Tavianto berharap dapat menjalin kerjasama yang baik dengan Pemkot Semarang.

Pihaknya juga menawarkan kepada Pemkot Semarang jika ingin memperbaiki neraca terkait Barang Milik Daerah (BMD) melalui Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Semarang.

"Apabila Pemkot ingin menghapuskan BMD-nya, dapat menggunakan lelang kami melalui KPKNL. Selain itu, Kami juga menawarkan kerjasama penilaian BMD dan pengurusan Piutang Daerah," tandasnya.(idy)

Penulis: Idayatul Rohmah
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved