Pemkab Batang Akan Jadikan TPI Klidang Lor 3 Pusat Docking Kapal

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang akan mengembangkan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Klidang Lor 3 sebagai pusat docking kapal.

Pemkab Batang Akan Jadikan TPI Klidang Lor 3 Pusat Docking Kapal
Tribun Jateng/ Dina Indriani 
Bupati Batang Wihaji, dalam Rapat Paripurna Penyampaian Jawaban Bupati atas Pandangan Umum Fraksi terhadap penyampaian 3 Raperda, Selasa (9/4/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang akan mengembangkan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Klidang Lor 3 sebagai pusat docking kapal.

Pasalnya, saat ini di Kabupaten Batang hanya terdapat dua lokasi docking kapal sehingga nelayan harus mengantre atau menunggu sampai 4 bulan lamanya.

Hal itu disampaikan oleh Bupati Batang Wihaji, dalam Rapat Paripurna Penyampaian Jawaban Bupati atas Pandangan Umum Fraksi terhadap penyampaian 3 Raperda, Selasa (9/4/2019).

"Jika nantinya TPI Klidang Lor 3 sudah dijadikan sebagai tempat docking kapal diharapkan mampu menjawab pemasalahan nelayan," tuturnya.

Tak hanya itu, pembangunan docking kapal tersebut juga akan memberikan pendapatan asli daerah dari restribusi jasa docking kapal.

Dalam kesempatan itu, Wihaji juga menyampaikan bahwa untuk saat ini TPI Klidang Lor 1 telah dilakukan rehabilitasi oleh Kementrian Kelautan dan Perikanan pada tahun 2018 lalu.

"Untuk TPI Klidang Lor 1 sudah direhabilitasi oleh kementrian, sehingga mampu menampung semua aktivitas pelelangan ikan dari kapal nelayan lokal, baik kapal kecil maupun besar," ujarnya.

Sementara untuk kondisi kolam tambat labuh I yang dimanfaatkan oleh pengusaha galangan kapal, ia menyampaikan bahwa untuk mengatasi keluhan finishing kapal harus di sebelah utara jembatan seturi, sehingga mereka menggunakan kolam tambat labuh I.

Dalam hal itu, dikatakannya, pemkab sudah mengusulkan kepada Pemprov Jawa Tengah untuk meninggikan jembatan seturi dan akan direalisasikan pada tahun ini.

"Dengan ditinggikannya jembatan seturi, pengusaha galangan kapal tidak menumpuk lagi di kolam tambat Labuh I, sehingga bisa dimanfaatkan sesuai dengan peruntukannya sebagai tempat tambat labuh nelayan," pungkasnya.(din)

Penulis: dina indriani
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved