Aset Bank Pelat Merah Naik Tajam di Awal Tahun

Pertumbuhan aset bank-bank pelat merah kian menanjak di awal tahun ini. Berdasarkan laporan keuangan per akhir Februari 2019

Aset Bank Pelat Merah Naik Tajam di Awal Tahun
tribunjateng/hermawan endra
Bank BRI meningkatkan kualitas perseroan melalui layanan perbankan digital. BRI mengedukasi nasabah untuk gunakan smartphone mengakses layanan digital Bank BRI, Senin 5 September 2016. 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA -- Pertumbuhan aset bank-bank pelat merah kian menanjak di awal tahun ini. Berdasarkan laporan keuangan per akhir Februari 2019, total aset bank BUMN tercatat sudah mencapai Rp 3.233,02 triliun.

Jumlah tersebut tercatat mengalami peningkatan 11,87 persen dibandingkan dengan posisi per bulan yang sama 2018 sebesar Rp 2.889,89 triliun.

Aset tertinggi dipegang PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) sebesar Rp 1.179,61 triliun, dengan pertumbuhan 12,32 persen dibandingkan dengan Febuari 2018.

Sementara pertumbuhan aset tertinggi dipegang PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) sebesar 17,41 persen menjadi Rp 254,67 triliun.

Direktur Risiko Strategi dan Kepatuhan BTN, Mahelan Prabantarikso mengatakan, per Maret 2019 aset BTN telah tumbuh hingga mencapai Rp 301 triliun.

Bila dibandingkan dengan aset pada Maret 2018 yang sebesar Rp 258,73 triliun, artinya di kuartal I/2019 total aset BTN melesat 16,33 persen yoy. Pencapaian itupun melebihi target yang dipatok BTN di awal tahun ini, yakni di kisaran 15%.

"Pertumbuhan tersebut lebih ditopang dari sisi bisnis kredit yang berhasil tumbuh di atas 19 persen," ungkap Mahelan, Senin (8/4).

Berdasar laporan keuangan Februari 2019, realisasi kredit dan pembiayaan BTN tercatat mengalami peningkatan mencapai 20,53 persen menjadi Rp 237,98 triliun.

Dukungan kredit

Pekan lalu, Direktur Keuangan BTN, Iman Nugroho Soeko menjelaskan, banyak permintaan kredit di akhir 2018 yang baru disalurkan di kuartal I/2019.

Dengan realisasi kredit yang cukup kuat di awal tahun, Mahelan berekspektasi BTN dapat mencetak pertumbuhan aset 14-17 persen di pertengahan tahun hingga akhir 2019.

Adapun, Sekretaris Perusahaan Bank Mandiri, Rohan Hafas menuturkan, pertumbuhan aset perseroan di awal tahun terutama disokong dari realisasi kredit yang tumbuh 16,95 persen menjadi Rp 692,93 triliun per Februari 2019.

Mayoritas pertumbuhan kredit Bank Mandiri didukung dari realisasi segmen kredit korporasi dengan peningkatan 30,21 persen yoy mencapai Rp 287,5 triliun.

Sementara Direktur Keuangan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI), Anggoro Eko Cahyo menyatakan, realisasi pertumbuhan aset di awal tahun sudah sejalan dengan rencana bisnis bank (RBB) yang ditopang kenaikan penyaluran kredit.

"Kami menargetkan nilai aset mengalami pertumbuhan sekitar 13-15 persen sampai akhir 2019," jelasnya. (Kontan/Marshall Sautlan/Anggar Septiadi)

Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved