Banyak Proyek Infrastruktur, Pasar Truk Isuzu Giga Diyakini Ikut Terdongkrak

Manajemen Isuzu Indonesia yakin pangsa pasar truk Isuzu Giga akan bergerak naik, seiring melonjaknya penjualan kendaraan komersial di Indonesia.

Banyak Proyek Infrastruktur, Pasar Truk Isuzu Giga Diyakini Ikut Terdongkrak
Istimewa
Truk Isuzu Giga 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Desta Leila Kartika

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Manajemen Isuzu Indonesia yakin pangsa pasar truk Isuzu Giga akan bergerak naik, seiring melonjaknya penjualan kendaraan komersial di Indonesia.

Peningkatan penjualan kendaraan komersial dipicu membaiknya harga komoditas dan banyaknya proyek infrastruktur di sejumlah wilayah di Indonesia.

Menurut Wakil Presiden Direktur Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI), Keiji Takeda, Giga menjadi pilihan konsumen karena tangguh, hemat BBM, dan bisa menggunakan bahan bakar diesel jenis apa saja.

Truk ini juga unggul dalam penggunaan mesin common rail untuk memenuhi standar emisi gas buang Euro 4 yang akan diwajibkan Pemerintah mulai tahun 2021. Giga sudah menggunakan mesin tersebut sejak tahun 2010.

“Kami optimistis pangsa pasar akan terus membesar. Di berbagai negara, seperti di Jepang, Filipina, Thailand, dan Australia, Isuzu menempati urutan teratas penjualan otomotif. Kenapa di Indonesia tidak? Padahal, dari segi produk dan semuanya sudah oke. Tetapi saya yakin bisa (memimpin pasar), jangka waktunya berbeda-beda bergantung pada tipenya,” ungkap Keiji Takeda, pada tribunjateng.com, baru-baru ini.

Keiji menjelaskan, Isuzu Giga memiliki delapan varian untuk kendaraan dengan total berat (Gross Vehicle Weight/GVW) 10-24 ton, dengan perincian untuk mesin berkapasitas 7.790 cc ada lima varian FVR34P, FVR34L, FVR34S, FVM34 Q, dan GVR 34H.

Sedangkan untuk ukuran 5.193 cc, Isuzu memiliki tiga varian yaitu FTR90P, FTR90S, FTR90L. Total penjualan truk Isuzu di ukuran 10-24 ton ini pada 2018 sebanyak 1.563 unit.

Adapun untuk total berat di atas 24 ton, Isuzu memiliki empat varian yaitu FVZ34P, FVZ34 T LWB, FVM34 W, dan GVZ34K semuanya berkapasitas 7790 cc. Khusus ukuran ini, tahun 2018 lalu Isuzu meraih penjualan 1.563 unit. Jika dirinci untuk jenis 4x2, 6x2, dan 6x4, totalnya ada 25 varian.

"Pangsa pasar truk Isuzu saat ini secara nasional sebesar 13 persen. Kami optimis hingga akhir tahun 2019, pangsa pasar bisa tumbuh hingga 15 persen," tegasnya.

Sekjen Gabungan Industri Kendaraan Bermotor di Indonesia (Gaikindo), Kukuh Kumara, meyakini penjualan kendaraan komersial akan tumbuh di tahun ini.

Pertumbuhannya di atas segmen kendaraan penumpang. Tahun 2018 lalu, segmen kendaraan komersial naik sekitar 28 persen.

“Ada sinyal kuat akan tumbuh di tahun 2019, terutama penjualan di segmen kendaraan niaga atau komersial walau belum diimbangi segmen kendaraan penumpang," ujar Kukuh.

Berdasarkan data Gaikindo, penjualan kendaraan komersial jenis truk terus meningkat, baik ukuran GVW 10-24 ton dan ukuran di atas 24 ton. Tahun 2017, penjualan truk ukuran GVW 10-24 ton sebanyak 5.849 unit. Angka tersebut naik menjadi 7.274 unit pada tahun 2018.

"Untuk ukuran di atas 24 ton, pada tahun 2017 terjual sebanyak 20.779 unit. Tahun 2018, penjualan melonjak signifikan menjadi 29.825 unit," tandasnya. (dta)

Penulis: Desta Leila Kartika
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved