Dinkes Jateng Cegah Stunting Mulai dari Remaja

Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah mengaku saat ini sedang gencar menangani stunting dari hulu, yakni dari remaja

Dinkes Jateng Cegah Stunting Mulai dari Remaja
Tribunjateng.com/idayatul rohmah
Kabid Kesmas Dinkes Prov Jateng, dr Wahyu Setianingsih, M.Kes. Epid di sebelah kiri bersama staf Promkes Dinkes Prov Eni lystiani, SKM, M.Kes di salah satu radio Kota Semarang, Selasa (09/04/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah mengaku saat ini sedang gencar menangani stunting dari hulu, yakni dari remaja.

Kabid Kesmas Dinkes Prov Jateng, dr Wahyu Setianingsih, M.Kes. Epid menuturkan, remaja rentan terkena anemia hingga beresiko stunting.

Menurutnya anemia pada remaja harus dicegah sedini mungkin.

"Ibu yang kurang energi kronik saat hamil juga beresiko melahirkan bayi stunting. Maka ibu hamilnya dijaga lagi dengan asupan gizi yang cukup. Jangan sampai ibu jadi anemia hingga menyebabkan anaknya stunting," terangnya usai menjadi narasumber di salah satu acara radio Kota Semarang, Selasa (09/04/2019).

Di sisi itu, lanjutnya, untuk bayi juga harus disusui secara eksklusif dan diberi makanan pendamping ASI setelah usia 6 bulan.

Bayi harus tetap terus disusui hingga usia 2 tahun.

"Inilah poin-poin mencegah munculnya bayi dan balita stunting di Jateng dan secara nasional," kata dr Wahyu. (*)

Penulis: Idayatul Rohmah
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved