Razia Knalpot Brong di Semarang, Selama April, Sudah 28 Sepeda Motor Kena Razia

Selama April 2019, Satgas Anti Knalpot Bising Satlantas Polrestabes Semarang telah mengamankan 28 sepeda motor dengan knalpot racing

Razia Knalpot Brong di Semarang, Selama April, Sudah 28 Sepeda Motor Kena Razia
Tribunjateng.com/Jamal A. Nashr
Warga mengganti knalpot sepeda motor di Pos Patwal Satlantas Polrestabes Semarang, Simpanglima, Rabu (10/4/2019) 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Akibat ulahnya memasang knalpot racing, Rizki Aidiliansyah (20) harus membongkar knalpot sepeda motornya di Pos Patwal Satlantas Polrestabes Semarang, Simpanglima. Rizki mengganti knalpot motornya sesuai standar.

Ia mengaku izin bekerja untuk datang mengganti knalpot sepeda motor. Sebelumnya ia ditilang anggota Satlantas karena menggunakan knalpot brong di Taman Diponegoro Kota Semarang.

"Kena razia di Taman Diponegoro dekat Rumah Sakit Elisabet mau pergi ke Tamrin, kemarin sore (Selasa) sekitar pukul 17.00," ungkapnya, Rabu (10/4/2019).

Warga Wonotinggal Kecamatan Candisari Kota Semarang tersebut mengatakan, memasang knalpot racing di sepeda motornya sejak sebulan lalu. Kanlpot racing itu ia beli seharga Rp 350 ribu.

"Baru sekali memasang knalpot brong. Kapok, ini mau saya ganti standar. Beli di Pasar Klitikan Penggaron, relokasi dari Barito," katanya.

Selama April 2019, Satgas Anti Knalpot Bising Satlantas Polrestabes Semarang telah mengamankan 28 sepeda motor dengan knalpot racing.

Satgas tersebut dibentuk untuk mengantisipasi saat kampanye pemilu terbuka.

"Setelah kita evaluasi. Dipicu bisingnya knalpot sehingga menggangu ketentraman kelompok lain yang akhirnya menghasilkan bentrokan atau gesekan di lapangan," ujar Kasatlantas Polrestabes Semarang AKBP Yuswanto Ardi.

Ia menghimbau warga Kota Semarang agar tidak menggunakan knalpot yang melebihi ambang batas kebisingan. Hal ini telah diatur Peraturan Menteri Lingkungan Hidup nomor 7 tahun 2009.

"Batas kebisingan knalpot yang diperkenankan untuk motor sampai 150cc itu pada kondisi stasioner di angka 85 desible. Untuk di atas 200cc ditoleransi 105 desible," sebutnya.

Satgas Anti Knalpot Bising terdiri dari anggota Satlantas, Sabhara, Intelejen, dan Reskrim. "Saya tegaskan, knalpot bising ini tidak hanya dalam konteks Pemilu saja. Setelah Pemilu akan terus kami lakukan penertiban," katanya. (*)

Penulis: Jamal A. Nashr
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved