Satgas Anti Knalpot Bising Dibentuk, Toko Onderdil Diminta Selektif Jual Knalpot Brong

Kasatlantas Polrestabes Semarang AKBP Yuswanto Ardi mengimbau pemilik toko onderdil sepeda motor untuk selektif menjual knalpot brong.

Satgas Anti Knalpot Bising Dibentuk, Toko Onderdil Diminta Selektif Jual Knalpot Brong
Tribun Jateng/rival al manaf
Para remaja mengganti knalpot brong dengan yang standar di Pos Polisi Simpang Lima, Senin (20/11/2017). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kasatlantas Polrestabes Semarang AKBP Yuswanto Ardi mengimbau pemilik toko onderdil sepeda motor untuk selektif saat menjual knalpot racing atau brong.

Ia meminta knalpot yang bersuara cukup bising tersebut tidak dijual kepada sembarang pembeli.

"Ini (knalpot racing) sebenarnya di negara yang sudah maju ada istilahnya competition use only, hanya digunakan untuk hal-hal yang bersifat kompetisi, balapan, dan lain sebagainya. Tidak digunakan untuk harian," kata Ardi, Rabu (10/4/2019).

Menurutnya, knalpot standar dari produsen sepeda motor telah sesuai dengan kebutuhan keselamatan maupun segi efisien.

Sehingga pengendara tidak perlu mengganti hanya untuk menambah suara yang ditimbulkan.

"Pabrikan kendaraan sudah merancang dengan silencer atau peredam itu tujuannya hemat bahan bakan dan tentunya tidak mengganggu pengguna jalan lain," sebutnya.

Razia Knalpot Brong di Semarang, Selama April, Sudah 28 Sepeda Motor Kena Razia

Mengantisipasi maraknya pengguna knalpot racing memasuki musim kampanye terbuka, kepolisian juga telah membentuk Satgas Anti Knalpot Bising.

Satgas ini terdiri dari anggota Satlantas, Satreskrim, Intelejen, dan Sabhara.

Ia mengatakan, ambang batas suara yang ditimbulkan dari knalpot sepeda motor telah diatur dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup nomor 7 tahun 2009.

"Batas kebisingan knalpot yang diperkenankan untuk motor sampai 150cc itu kondisi stasioner di angka 85 desible. Untuk di atas 200cc ditoleransi 105 desible," ucapnya. (jam)

Penulis: Jamal A. Nashr
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved