10 Tahun Kumpulkan Rp 417 Juta, Himpaudi Batang Bangun Gedung Sekretariat

Himpunan Anak Udia Dini ( Himpaudi) Kabupaten Batang berhasil bergotong royong mengumpulkan dana sebesar Rp 417 Juta

10 Tahun Kumpulkan Rp 417 Juta, Himpaudi Batang Bangun Gedung Sekretariat
Tribunjateng.com/Dina Indriani
Bupati Wihaji didampingi Wabup Suyono saat meresmikan Gedung Sekretariat Himpaudi, di Kelurahan Kesepuhan Batang Kamis (11/4/2019). 

TRIBUNJATENG.COM,BATANG - Himpunan Anak Udia Dini ( Himpaudi) Kabupaten Batang berhasil bergotong royong mengumpulkan dana sebesar Rp 417 Juta.

Dana yang dikumpulkan berangsur selama 10 tahun tersebut digunakan untuk membangun Gedung Sekretariat.

Ketua Himpaudi Kabupaten Batang Etika Umi Romlah mengatakan impian memiliki gedung sekretariat sudah hampir 10 tahun, sejak 2009 para anggota mengumpulkan dana untuk membeli sebidang tanah.

"Di tahun 2014 kami bisa membeli sebidang tanah yang kemudian dari sumbang sih para pendidik di tahun 2019 bisa mendirikan Kantor sekertariat," ujarnya.

Ia pun menceritakan bahwa selama ini, para anggota Himpaudi menumpang di Mushola untuk melakukan pertemuan atau rapat rutin, dengan keterbatasan pihaknya bertekad dan bermimpi membangun gedung sekertariat.

"Berkat kerja keras dan guyub rukun lembaga Himpaudi, impian yang selama 10 tahun mampu diwujudkan dengan total pembangunan mencapai Rp 417 juta, tanpa ada kekompakan dan rasa kekeluargaan antar anggota dan doa serta bantuan dari semua komponen mustahil dapat terwujudkan," terangnya.

Pembangunan gedung hasil swadaya para anggota Himpaudi tersebut diresmikan langsung oleh Bupati Wihaji.

"Himpaudi adalah Organisasi yang sangat luar biasa yang patut dicontoh, karena mempunyai rasa guyub rukun membangun kantor sekertariat atas jerih payah dan kepedulian anggotanya. Rasa memiliki seperti ini sulit ditemukan di Organisasi lain," tutur Bupati Wihaji didampingi Wabup Suyono saat meresmikan Gedung Sekretariat Himpaudi, di Kelurahan Kesepuhan Batang Kamis (11/4/2019).

Menurut Wihaji, tanpa ada peran dan jasa dari guru PAUD tidaklah mungkin tumbuh menjadi generasi penerus bangsa yang cerdas serta berkarakter.

"Di masa golden age seorang anak cepat menyerap semua Informasi yang dilihat dan didengar disekitarnya. Disinilah peran guru dan orang tua harus memberikan contoh dan tahuladan bagi bagi generasi Bangsa," ujarnya.

Bupati juga mengatakan bahwa guru Paud adalah orang yang paling sabar dalam mendidik dan membimbing anak lanjutnya, yang secara tidak langsung membantu masa depan Kabupaten Batang dan juga menentukan Indek Pembangunan Manusia. (din)

Penulis: dina indriani
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved