Dinas Perdagangan Kota Semarang Pastikan Seluruh Pedagang Tambaklorok Sudah Dapat Lapak

"Aslinya saya sudah dapat tempat di dalam pasar. Ada yang menempati. Saya jadi tidak punya lapak," kata Sufiatun, Kamis (11/4/2019)

Dinas Perdagangan Kota Semarang Pastikan Seluruh Pedagang Tambaklorok Sudah Dapat Lapak
Tribunjateng.com/Eka Yulianti Fajlin
Pedagang berjualan di lapak baru yang dibangun oleh Dinas Perdagangan di belakang pasar Tambaklorok 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pedagang Tambaklorok yang tidak kebagian lapak di dalam pasar Tambaklorok sudah mendapatkan dan menempati lapak tambahan yang dibangun oleh Dinas Perdagangan Kota Semarang di belakang pasar Tambaklorok tepatnya berada di sisi kanan dan kiri lahan parkir.

Penjual ikan basah, Sufiatun mengaku, telah berpindah tempat beberapa kali selama proses penempatan. Awalnya, dia sudah terdata mendapatkan lapak di dalam pasar oleh Dinas Perdagangan. Lalu, ada pihak yang menempati lapaknya. Akhirnya, dia terpaksa harus berjualan di pinggir pasar.

"Aslinya saya sudah dapat tempat di dalam pasar. Ada yang menempati. Saya jadi tidak punya lapak," kata Sufiatun, Kamis (11/4/2019).

Lanjut Sufiatun, dia telah berjualan berpuluh-puluh tahun di Pasar Tambaklorok. Meski demikian, dia tidak berkecil hati saat lapaknya ditempati orang lain. Dia yakin Dinas Perdagangan akan memberikan lapak untuknya.

"Setelah lapak tambahan jadi, alhamdulillah saya diberi lapak di luar oleh Dinas. Saya tidak masalah berjualan di luar yang penting sudah ada atapnya jadi tidak kehujanan," ungkapnya.

Dia berharap tidak ada oknum yang memindah-mindah maupun menempati lapaknya lagi. Sebab, ini sudah ditata secara bijak oleh Dinas Perdagangan.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fajar Purwoto mengatakan, ada 40 los tambahan yang dibangun oleh Dinas. Dia memastikan, los tambahan tersebut bisa menampung seluruh pedagang yang belum mendapatkan lapak. Adapun penataan pedagang ke los baru sudah dilakukan sejak dua hari yang lalu.

"Mulai tanggal 9 April lalu saya pastikan tidak ada los-los liar di pinggir pasar. Apabila ada kami bongkar. Kami ingin menata, kami ingin mereka taat aturan," tegas Fajar.

Dikatakannya, Dinas Perdagangan menempatkan para pedagang secara profesional. Pihaknya tidak memandang kenal atau tidak kenal. Dia memprioritaskan pedagang Tambaklorok terlebihdahulu. Dinas juga menata secara zonasi agar lebih rapi dan memudahkan pembeli ketika akan berbelanja di Pasar Tambaklorok.

"Saat penataan, ada yang beralasan sudah puluhan tahun berjualan tapi ternyata belum pernah berjualan. Karakteristik pedagang memang seperti itu. Tapi, kami maklumi yang penting penataan berjalan lancar," ungkapnya.

Dia menegaskan, para pedagang yang sudah memiliki kios untuk tidak di perjual belikan. Jika pihaknya mendapati kios yang diperjualbelikan, dia tak segan untuk menyegel kios tersebut. (eyf)

Penulis: Eka Yulianti Fajlin
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved