Dinkes Kabupaten Pekalongan Luncurkan Gen Pesat, Upaya Turunkan Angka Masalah Gizi

Kesehatan Balita dan Pernikahan Dini jadi Perhatian, Dinkes Kabupaten Pekalongan Terjunkan Kalangan Pemuda

Dinkes Kabupaten Pekalongan Luncurkan Gen Pesat, Upaya Turunkan Angka Masalah Gizi
ISTIMEWA
Bupati Pekalongan Asip Kholbihi mengukuhkan dan melaunching Gerakan Pemuda Siaga Sehat (Gen Pesat), di gedung aula lantai 1 Setda, Kamis (11/4/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pekalongan menerjunkan pemuda, untuk ikut andil dalam penanganan masalah kesehatan balita dengan masalah status gizi, baik gizi kurang, buruk, stunting serta Bayi Berat Badan Lahir Rendah (BBLR).

Hal itu, menurut Kepala Dinkes Kabupaten Pekalongan Setiawan Diantoro,saat ini di Kota Santri masih banyak balita dengan masalah status gizi.

"Di Kabupaten Pekalongan masih banyak balita yang mengalami berat badan di bawah standar, sehingga berpotensi mengalami masalah status gizi," kata Setiawan kepada Tribunjateng saat menghadiri kegiatan pengukuhan dan launching Gerakan Pemuda Siaga Sehat (Gen Pesat), di gedung aula lantai 1 Setda, Kamis (11/4/2019).

Tahun 2018 jumlah balita dengan gizi kurang mencapai 475 balita, gizi buruk 48 balita dan stunting 91 balita. Sedangkan bayi baru lahir dengan kategori BBLR mencapai 746 balita.

Karena itu, pihaknya mengandeng pemuda untuk peduli dan menjadi bagian dari kesehatan di Kabupaten Pekalongan, melalui Gen Pesat diharapkan mampu menurunkan angka permasalahan tersebut.

"Gen Pesat merupakan inovasi baru dari dinkes dalam upaya penurunan masalah gizi, karena kabupaten pekalongan menduduki peringkat ke 4 dari bawah di Jawa Tengah untuk masalah gizi. Selain itu juga agar dapat berperan melakukan upaya penurunan angka pernikahan dini, yang juga dinilai masih cukup banyak,"jelasnya

Terpisah, Bupati Pekalongan Asip Kholbihi pada saat mengukuhkan dan melaunching Gen Pesat, menambahkan bahwa pihaknya sekarang ini tengah mengambil perhatian serius terhadap permasalahan Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB), yang merupakan bagian dari permasalahan gizi, termasuk stunting, serta pernikahan dini.

"Di Kabupaten Pekalongan angkanya setiap tahun alhamdulillah mengalami penurunan, dengan berbagai gerakan inovasi yang diluncurkan. Dengan keberadaan Gen Pesat ini, diharapkan bisa lebih memaksimalkan penurunan angkanya dan menjadi zero atau nol," tegas bupati. (Dro)

Penulis: Indra Dwi Purnomo
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved