Mantan Ketua Askab PSSI Banjarnegara Apresiasi Kinerja Satgas Antimafia Bola

Mantan Ketua Askab PSSI Banjarnegara sekaligus Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono memberikan apresiasi kepada Satgas Antimafia Bola.

Mantan Ketua Askab PSSI Banjarnegara Apresiasi Kinerja Satgas Antimafia Bola
TRIBUN JATENG/KHOIRUL MUZAKI
Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono bersama putrinya yang juga mantan manajer Persibara Banjarnegara Lasmi Indaryani. 

TRIBUNJATENG.COM, BANJARNEGARA - Mantan Ketua Askab PSSI Banjarnegara sekaligus Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono memberikan apresiasi tinggi atas kerja cepat Satgas Antimafia Bola Polri dalam membongkar kasus mafia bola.

Ini menyusul telah diserahkannya enam tersangka kasus pengaturan skor ke Kejari Banjarnegara hari ini, Kamis (11/4/2019).

Ia pun berharap, dunia persepakbolaan Indonesia setelah ini akan lebih baik dan bersih dari praktik mafioso.

"Terima kasih setinggi-tingginya atas kerja keras dan cepat Polri. Mudah-mudahan ke depan sepakbola Indonesia bersih dan amanah untuk kepentingan Indonesia," katanya.

Satgas Antimafia Bola Periksa 3 Petinggi PT LIB Terkait Pengaturan Skor Laga PSS Sleman Vs Madura FC

Mantan Manajer Persibara yang juga putri Budhi Sarwono Lasmi Indaryani mengaku akan buka-bukaan dalam persidangan mendatang.

Tetapi Lasmi enggan menjelaskan lebih jauh kejutan apa lagi yang akan dia berikan dalam persidangan nanti.

Sembari menyiapkan diri untuk bersaksi di persidangan, Lasmi masih menunggu keputusan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) untuk mengabulkan permohonannya sebagai saksi atau korban agar mendapat perlindungan dari negara.

Kehadiran negara untuk melindunginya dirasa penting lantaran dia yang memantik pembongkaran kasus itu hingga menyeret sejumlah petinggi PSSI.

Lasmi yang kini telah keluar dari kepengurusan PSSI mengaku belum memikirkan untuk terjun kembali ke dunia sepakbola jika organisasi itu sudah bersih dari praktik mafia.

Ia mengaku saat ini masih trauma atas praktik mafia yang dilakukan terhadapnya saat masih menjabat sebagai manajer Persibara. Luka itu tentu akan lama kering.

Tetapi kecintaan Lasmi terhadap dunia sepakbola tak pernah pudar.

Tanpa terlibat dalam kepengurusan PSSI pun, Lasmi mengaku bersama ayahnya akan tetap mendukung kemajuan sepakbola, khususnya di Banjarnegara.

"Mungkin nanti ya, masih trauma. Tapi hati tetap cinta sepakbola. Gak harus jadi manajer, tetap akan support," katanya. (aqy)

Penulis: khoirul muzaki
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved