Keberhasilan Pemasangan Tanggul Geotube Pesisir Pantai Batang Jadi Objek Penelitian Kementerian PUPR

Dislutkanak telah membangun tanggul pemecah ombak melalui teknologi pemasangan geotube di pesisir Pantai Batang.

Keberhasilan Pemasangan Tanggul Geotube Pesisir Pantai Batang Jadi Objek Penelitian Kementerian PUPR
TRIBUN JATENG/DINA INDRIANI
Peserta Balai Ujicoba Sistem Diklat Sumber Daya Air dan Konstruksi saat melakukan penelitian dan pelatihan pemasangan Geotube di Pantai Muara Rejo, Batang, Jumat (12/4/2019). 

TRIBUNJATENG.COM,BATANG - Pemkab Batang melalui Dinas Kelautan, Perikanan, dan Peternakan (Dislutkanak) telah membangun tanggul pemecah ombak melalui teknologi pemasangan geotube di pesisir Pantai Batang.

Dari pembangunan tanggul yang dilakukan pada Desember 2018 lalu, Dislutkanak mengklaim telah berhasil mencegah abrasi yang terjadi di pesisir pantai.

Bahkan, dalam kurun waktu Januari sampai Maret 2019, mengalami sedimentasi sejauh 50 meter.

Setelah terbukti geotube yang dipasang di Kabupaten Batang berhasil, Kementerian PUPR RI melakukan kajian dan pusat penelitian di tempat tersebut sekaligus memberikan bantuan pembangunan geotube sepanjang 60 meter.

"Sebelumnya kami melakukan penelitian terlebih dahulu dan memang apa yang diterapkan ternyata cukup berhasil, layak menjadi lokasi penelitian geotube juga karena ini merupakan terpanjang di Indonesia," terang Peneliti Utama Balai Litbang Pantai Kementerian PUPR, Sulaiman saat ditemui di Pantai Muara Rejo, Batang, Jumat (12/4/2019) sore.

Sulaiman menjelaskan, geotube menjadi teknologi baru yang berfungsi sebagai pemecah gelombang.

Jadi ketika ada gelombang yang datang, dipaksa pecah oleh struktruk tanggul geotube, sehingga gelombang melimpas.

Dari limpasan gelombang ini membentuk sedimen yang mengendap.

"Pemasangan geotube di Batang ini, menjadi lompatan besar sekaligus hasilnya bisa diterima masyarakat. Selain itu, geotube cepat sekali dalam menciptakan pantai baru, tidak sampai dua musim, melainkan hanya satu musim, sehingga sangat berguna dalam penanggulangan abrasi," jelasnya.

Menurut Sulaiman, teknologi geotube termasuk murah, meski memang tidak sekuat tanggul dari bahan baku bebatuan.

Halaman
12
Penulis: dina indriani
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved