Kelanjutan Sidang Kasus Gugatan Rekening Nasabah Rp 5,4 Miliar Bank Jateng

Perkara gugatan hilangnya saldo nasabah Bank Jateng memasuki tahap kesimpulan. Masing-masing kuasa hukum menyerahkan secara tertulis kesimpulan

Kelanjutan Sidang Kasus Gugatan Rekening Nasabah Rp 5,4 Miliar Bank Jateng
Tribun Jateng/Hermawan Handaka
ILUSTRASI 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -- Perkara gugatan hilangnya saldo nasabah Bank Jateng memasuki tahap kesimpulan. Masing-masing kuasa hukum menyerahkan secara tertulis kesimpulan kepada majelis hakim di PN Semarang, Kamis (11/4).

Tim Kuasa hukum Moh Ridwan (nasabah/penggugat), Andri Prihadi membeberkan bahwa alat bukti yang diajukan tergugat (Bank Jateng) pada persidangan membuktikan dengan tidak berfungsinya Decline Free Charge (DF) pada mesin ATM. Hal ini membuat saldo kliennya semakin bertambah.

"Ini merupakan bukti bahwa penyelenggara sistem elektronik yakni tergugat (Bank Jateng) tidak menyediakan sistem elektronik yang andal dan aman," ujarnya, Kamis (11/4).

Oleh sebab itu, kata dia, maka tergugat sebagai penyelenggara sistem elektronik harus bertanggung jawab atas segala kerugian yang ditimbulkan. Hal tersebut tercantum di dalam penjelasan Pasal 15 UU ITE.

"Yang dimaksud bertanggung jawab dalam penjelasan Pasal 15 UU Nomor 19 tahun 2016 tentang Informasi dan transaksi elektronik (ITE) yaitu ada subyek hukum yang bertanggung jawab secara hukum, terhadap penyelenggara sistem elektronik dalam hal ini tergugat sebagai Bank Jateng," jelasnya.

Menurutnya, peristiwa transaksi transfer dana melalui ATM yang dilakukan kliennya harus tunduk pada UU ITE. Pada pasal 1 angka 2 UU ITE yang dimaksud transaksi elektronik adalah perbuatan hukum yang dilakukan dengan menggunakan komputer, atau media elektronik lainnya.

"Dalil tergugat dalam peristiwa tidak terdebitnya saldo di rekening BCA milik penggugat ke rekening Bank Jateng di ATM tergugat maka dapat disimpulkan berdasar pasal 15 ayat 1 dan 2 yang bertanggung jawab adalah tergugat sebagai penyelenggara sistem elektronik terhadap sistemnya, kecuali dapat dibuktikan terjadi keadaan memaksa, dan kelalaian pengguna sistem," paparnya.

Pihaknya juga mematahkan keterangan Bank Jateng yang menyatakan kliennya telah melakukan kekeliruan jumlah dana yang tidak sesuai perintah transfer dana maupun kekeliruan peng-acceptan.

Pada peristiwa tersebut kliennya tidak terjadi kekeliruan dalam pelaksanaan transfer dana elektronik, baik dalam hal pengiriman maupan penerimaan.

"Maka dalil jawaban maupun duplik tergugat yang mendalilkan kekeliruan menyampaikan jumlah dana yang tidak sesuai perintah transfer dana dan perintah peng-acceptan adalah tidak benar," ujarnya.

Halaman
12
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved