Nepal Larang PUBG karena Alasan Ini

PUBG yang dirilis untuk PC pada 2017, dan smartphone akhir 2018, berisi tentang 100 pemain yang datang ke sebuah medan dengan parasut

Nepal Larang PUBG karena Alasan Ini
Android Authority
Ilustrasi 

TRIBUNJATENG.COM - Pemerintah Nepal dilaporkan melarang permainan battle royal PlayerUnknown's Battlegrounds, atau yang dikenal dengan istilah beken PUBG.

Larangan itu diumumkan Otoritas Telekomunikasi Nepal (NTA) setelah banyak komplain game itu memberi dampak buruk kepada anak.

PUBG yang dirilis untuk PC pada 2017, dan smartphone akhir 2018, berisi tentang 100 pemain yang datang ke sebuah medan dengan parasut.

Setiap pemain bakal saling melenyapkan dengan senjata yang sesuai dengan kemampuan mereka.

Pemain atau tim yang bertahan paling akhir menjadi pemenang.

Dilansir Himalayan Times Jumat (12/4/2019), juru bicara NTA Prasad Aryal mengatakan, mereka memerintahkan provider untuk memblokir server PUBG.

Langkah itu dilakukan setelah NTA menerima rekomendasi dari Divisi Kejahatan Kepolisian Metropolitan, Teku, menyusul adanya keluhan dari sekolah dan instansi kantor.

Kepala Pengawas Senior Dhiraj Pratap Singh menjelaskan, mereka menerima laporan keluhan dari delapan sekolah dan 25 instansi sebulan terakhir.

Dalam laporan, sekolah maupun instansi mengeluh game itu membuat kecanduan dan mengganggu belajar murid maupun menurunkan kinerja pegawai.

Reuters via Asia One memberitakan, Wakil Direktur NTA Sandip Adhikari berkata memang tidak ada insiden berkaitan maraknya PUBG.

Halaman
12
Editor: galih pujo asmoro
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved