Bupati Sragen Beri Pengarahan 501 PPPK : Berikan Perubahan yang Lebih Baik

Pemerintah Daerah Kabupaten Sragen adakan pengarahan dan pemberkasan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK)

Bupati Sragen Beri Pengarahan 501 PPPK : Berikan Perubahan yang Lebih Baik
TRIBUN JATENG/MAHFIRA PUTRI MAULANI
Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati berikan pengarahan kepada PPPK di Pendopo Sumonegaran Rumah Dinas Bupati Sragen 

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN - Pemerintah Daerah Kabupaten Sragen adakan pengarahan dan pemberkasan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Pendopo Sumonegaran Rumah Dinas Bupati Sragen, Jumat (12/4/2019).

Sekretaris Daerah Kabupaten Sragen Tatag Prabawanto mengatakan Kabupaten Sragen yang lolos Passing Grade P3K sebanyak 501 dari peserta yang mendaftar sekitar 638 peserta.

Dengan penempatan kerja tenaga guru sebanyak 360 orang ditempatkan di SDN dan SMPN lingkungan Pemerintah Daerah Kabupten Sragen.

Tenaga kesehatan 62 orang ditempatkan di RSUD Sragen, RSUD Gemolong dan beberapa UPTD Puskesmas dan penyuluh pertanian sebanyak 79 orang ditempatkan di Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Sragen.

Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati sekaligus sebagai pejabat pembina kepegawaian menegaskan calon PPPK harus memiliki tanggung jawab dan konsekuensi yang wajib direalisasikan.

"Memberikan pelayanan secara adil dan merata kepada seluruh lapisan masyarakat, dilandasi kesetiaan dan ketaatan kepada Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara, dan Pemerintah di Unit Pelayanan tempat saudara bekerja masing-masing," terang Yuni.

Dirinya juga menyampaikan sebagai unsur aparatur Negara dan abdi masyarakat calon P3K wajib memiliki akhlak yang mulia, berkemampuan melaksanakan tugas secara profesional dan bertanggung jawab.

Selama menjadi P3K kerja dapat diberhentikan apabila mengajukan permohonan berhenti, tidak memenuhi syarat kesehatan, tidak menunjukkan kecakapan dalam melaksanakan tugas,
menunjukkan sikap dan budi pekerti yang tidak baik yang dapat mengganggu lingkungan pekerjaan.

"Memalsukan identitas, melakukan sesuatu tindak pidana kejahatan yang ada hubungannya dengan jabatan atau tugasnya, menjadi anggota atau pengurus partai politik, dan menjaga netralitas di bidang politik," lanjut Yuni.

Yuni juga menyampaikan sebagai ASN baru harus semangat dan membawa perubahan yang lebih baik, berpendidikan, tidak mengeluh dan loyalitas.

"ASN harus menjadi penegak disiplin baik di lingkungan kerja maupun lingkungan masyarakat dan menjunjung kode etik ASN," tambahnya.

Dirinya juga menyampaikan ASN harus mewujudkan visi Kabupaten Sragen yaitu bangkit bersama mewujudkan bumi sukowati yang sejahtera dan bermartabat sehingga ASN harus profesionalisme, inovatif, kreatif, pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat.

"Terakhir yang harus saudara ingat, membangun nama baik butuh waktu yang tidak singkat, tapi menghancurkannya hanya butuh hitungan detik," pungkas Yuni. (uti)

Penulis: Mahfira Putri Maulani
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved