Jembatan Margasari Tegal yang Roboh Karena Banjir akan Diperbaiki tahun 2020

Dia mengaku, alokasi dana tanggap darurat di BPBD hanya untuk pengadaan logistik dan pangan bagi masyarakat yang terdampak saat bencana alam

Jembatan Margasari Tegal yang Roboh Karena Banjir akan Diperbaiki tahun 2020
TRIBUN JATENG/AKHTUR GUMILANG
Warga bersama sejumlah petugas memantau Jembatan Kali Kumisik, Tegal Rabu (23/1/2019), yang ambruk akibat banjir bandang lalu, Senin (21/1/2019) lalu. 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Pembangunan Jembatan Kali Kumisik, Desa Wanasari, Kecamatan Margasari, Kabupaten Tegal yang sempat ambruk akibat banjir bandang beberapa waktu lalu kemungkinan baru bisa digarap pada anggaran tahun 2020.

Pasalnya, Jembatan yang roboh pada Senin, 21 Januari 2019 lalu itu tidak masuk dalam daftar belanja anggaran APBD 2019, baik dalam dana tanggap darurat maupun pengadaan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tegal, Tedjo Kisworo menyebut, butuh anggaran miliaran rupiah untuk membangun kembali Jembatan Kali Kumisik secara permanen.

"Kalau untuk pembuatan jembatan berstatus sementara tidak ada anggarannya. Di dana tanggap darurat yang BPBD miliki pun tidak ada alokasi untuk itu," kata Tedjo saat ditemui Tribunjateng.com, Sabtu (13/4/2019).

Dia mengaku, alokasi dana tanggap darurat di BPBD hanya untuk pengadaan logistik dan pangan bagi masyarakat yang terdampak saat bencana alam.

Apabila bencana itu merusak infrastruktur, pihaknya pun hanya bisa memakai dana tanggap darurat untuk pembuatan lokasi pengungsian dan keperluan logistik di dalamnya.

"Intinya, saat jembatan roboh, kami tidak punya wewenang untuk memperbaikinya. Nanti malah mal-administrasi," sambung dia.

Menurut Tedjo, pembangunan atau perbaikan jembatan merupakan wewenang milik Dinas Pekerjaan Umum (DPU).

Untuk tahun ini saja, kata dia, jajaran terkait baru bisa membuat Design Engineering Detail (DED) Jembatan Kali Kumisik yang akan dipersiapkan untuk masuk Rancangan APBD tahun 2020.

"Baru bisa tahun depan, itupun kalau disetujui DPRD. Jadi, sejauh ini, pihak DPU yang mengurusi perihal jembatan itu. DPU pun katanya sudah mengira-ngira anggaran yang bakal dipakai nanti," papar Tedjo.

Selain Jembatan Kali Kumisik, dia menyebut, masih ada beberapa jembatan lainnya yang mengalami hal serupa.

Seperti, ujar Tedjo, jembatan di Desa Sukareja, Kecamatan Warureja dan Desa Pedagangan, Kecamatan Dukuhwaru

"Untuk jembatan di dua desa itu, sepertinya sudah dianggarkan mandiri oleh desa masing-masing melalui Dana Desa (DD) Sebenarnya, Jembatan Kali Kumisik di Desa Wanasari itu bisa juga diperbaiki dengan anggaran yang berasal dari DD," pungkas dia.

Sebelumnya diberitakan juga, Kepala DPU Kabupaten Tegal, Heri Suhartono memperkirakan bahwa biaya untuk menyambung jembatan tersebut berkisar Rp. 500 juta.

"Kami hanya memperkirakan terlebih dahulu anggaran yang akan dipakai untuk perbaikan ini. Mungkin dananya diperkirakan segitu," cetus Heri. (TRIBUN JATENG/GUM).

Penulis: Akhtur Gumilang
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved