Bawaslu Kabupaten Semarang Imbau Partai Politik Bersihkan APK Pada Masa Tenang Pemilu 2019

Pembersihan APK dilakukan pada Minggu (14/4/2019) sebagai tindakan nyata atas adanya masa tenang

Bawaslu Kabupaten Semarang Imbau Partai Politik Bersihkan APK Pada Masa Tenang Pemilu 2019
TRIBUN JATENG/AMANDA RIZQYANA
Bawaslu Kabupaten Semarang Telah Imbau Partai Politik Bersihkan APK Pada Masa Tenang 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Amanda Rizqyana

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN-Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Semarang gandeng Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar), Dinas Pekerjaan Umum (DPU), Dinas Perhubungan (Dishub), Polres Semarang, KPU Kabupaten Semarang, dan sejumlah pihak lainnya untuk membersihkan Alat Peraga Kampanye (APK) di Kabupaten Semarang.

Pembersihan APK dilakukan pada Minggu (14/4/2019) sebagai tindakan nyata atas adanya masa tenang sesuai dengan Pasal 27B Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 Tentang Pemilihan Umum.

Sebelumnya, pada Jumat (12/2/2019) Bawaslu telah melaksanakan Rapat Koordinasi Bawaaslu Kabupaten Semarang dengan Mitra Kerja Pemilihan Umum Tahun 2019.

Pada rapat koordinasi bertajuk 'Bersama Rakyat Awasi Pemilu, Bersama Bawaslu Tingkatkan Keadilan Pemilu' tersebut, Agus Riyanto selaku Koordinator Divisi Penindakan Pelanggaran telah mengimbau pada para peserta pemilu agar dapat menertibkan APK maupun bahan kampanye mereka.

Pembersihan APK oleh peserta Pemilu membuat para peserta dapat mengamankan aset partai, seperti bendera partai yang masih dapat digunakan.

Namun untuk baliho, MMT, poster, maupun APK lainnya yang memuat caleg, juga dapat dirapikan oleh masing-masing peserta pemilu.

"Meski demikian, di kantor dewan pimpinan cabang (DPC) maupun ranting partai masih diperbolehkan memasang bendera politik maksimal hingga pagar kantor," ujarnya.

Peserta yang datang pada rapat koordinasi tersebut sebagian besar merupakan Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam), perwakilan peserta Pemilu, dan mitra kerja yang berjumlah sekitar delapan belas dalam pembersihan APK.

Meskipun telah dilakukan himbauan pada para peserta Pemilu untuk membersihkan APK mereka dua hari lalu, masih saja ada peserta yang tak mengindahkan pemberitahuan tersebut.

Masih banyak peserta yang tidak membersihkan APK memasuki masa tenang.

Muhammad Talkhis, Ketua Bawaslu Kabupaten Semarang menambahkan, selain partai politik, pembersihan APK juga dilakukan oleh tim kampanye paslon 1 maupun paslon 2.

Terkait munculnya penolakan dari peserta Pemilu untuk melepas APK dengan alasan pemasangan dilakukan di lingkungan rumah pribadinya, Talkhis menyatakan pembersihan kampanye dilakukan secara menyeluruh. Apabila terdapat peserta yang melanggar aturan masa tenang Pemilu, tentu terdapat sanksi yang harus diterima.

"Pembersihan APK secara menyeluruh selama tiga hari sebelum hari pemungutan suara. Bila peserta melanggar, tentu terdapat sanksi yang harus diterima," tambahnya.

Sanksi untuk peserta Pemilu yang melanggar masa tenang ialah penjara 15 hari-3 bulan dan denda Rp 100 ribu-Rp 1 juta.(arh)

Penulis: amanda rizqyana
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved