Begini Kesaksian Warga Kecelakaan Mobil Tabrak Pejalan Kaki Hingga Tewas di Semarang

Saat kejadian Guntur tengah duduk di dalam halte. Ia dikagetkan benturan akibat hantaman mobil.

Begini Kesaksian Warga Kecelakaan Mobil Tabrak Pejalan Kaki Hingga Tewas di Semarang
TRIBUN JATENG/JAMAL A NASHR
Polisi melakukan olah TKP tabrakan di Halte BRT Trans Semarang depan RSUD KRMT Wongsonegoro, Minggu (14/4/2019) 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Jamal A Nashr

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Saksi mata tabrakan di Halte BRT Trans Semarang depan RSUD KRMT Wongsonegoro Kota Semarang, Guntur (40), takut halte akan rubuh.

Saat kejadian Guntur tengah duduk di dalam halte. Ia dikagetkan benturan akibat hantaman mobil.

"Saya kaget tiba-tiba mobil menabrak halte. Haltenya sampai bergetar. Saya takut kalau rubuh," sebutnya di lokasi kejadian, Minggu (14/4/2019).

Kecelakaan melibatkan mobil Mitsubishi Kuda bernomor polisi H 9493 QP yang berjalan dari arah selatan.

Sesampai di depan halte, sekitar pukul 12.30, mobil oleng ke kiri menghantam dua pejalan kaki.

Seorang pejalan kaki meninggal setelah terjepit bodi mobil dengan pondasi halte. Sementara satu korban lain terpental dan menderita luka di kaki dan wajah. Kedua korban langsung dibawa ke RSUD KRMT Wongsonegoro.

Korban meninggal tabrakan ini diketahui bernama Okta Damayani (11), warga Sendangmulyo Kecamatan Tambalang. Korban menderita luka di perut akibat terjepit.

Sementara korban selamat bernama Aulia Maliki (12). Kedua korban merupakan rekan sepermainan dan tinggal di kelurahan yang sama.

"Satu korban kejepit langsung meninggal dan yang satu terpental sekitar empat meter," katanya.

Setelah kejadian, pengendara mobil bernama Tito Harjono (63) warga Pedurungan, diamankan di Mapolsek Pedurungan. Selanjutnya ia dibawa ke Kantor Satlantas Polrestabes Semarang di Semarang Barat.

Anggota Satlantas Polrestabes Semarang yang mendapat laporan langsung datang ke lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

"Mobil berjalan dari arah Selatan ke Utara diduga kurang waspada pandangan depan mungkin karena mengantuk atau lelah," ujar Kasatlantas Polrestabes Semarang, AKBP Yuswanto Ardi.

Akibat tabrakan, mobil berwarna hijau tersebut mengalami kerusakan di bagian depan sebelah kiri. Mobil selanjutnya dievakuasi Kantor Satlantas Polrestabes Semarang menggunakan mobil derek. (jam)

Penulis: Jamal A. Nashr
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved