Garuda Emas Gelar Ujian Kenaikan Tingkat dan Seleksi Atlet Untuk Kejuaraan Wushu Tingkat Nasional 

Sasana Wushu Garuda Emas gelar acara ujian kenaikan tingkat, perlombaan internal sekaligus simulasi kejurnas di Aula Tay Kak Sie

Garuda Emas Gelar Ujian Kenaikan Tingkat dan Seleksi Atlet Untuk Kejuaraan Wushu Tingkat Nasional 
TRIBUN JATENG/LIKE ADELIA
Seorang peserta seleksi kejurnas sedang memperlihatkan aksinya pada juri dalam acara kenaikan tingkat dan seleksi wushu yang diselenggaran oleh Sasan Wushu Garuda Emas, di aula Tay Kak Sie, Gang Lombok, Semarang, Minggu (14/4/2019) 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Sasana Wushu Garuda Emas gelar acara ujian kenaikan tingkat, perlombaan internal sekaligus simulasi kejurnas di Aula Tay Kak Sie, Gang Lombok, Kauman, Semarang, Minggu (14/4/2019). 

Ujian kenaikan tingkat merupakan agenda rutin yang dilaksanakan dua kali setahun, yaitu setiap bulan April dan Oktober.

Sedangkan simulasi kejurnas sendiri merupakan persiapan sekaligus pemilihan atlet untuk diterjunkan dalam kejuaraan Piala Rektor Universitas Negeri Semarang ke-IV pada 24-26 April mendatang.

"Ada tiga event yang kita gabung sekaligus yaitu ujian kenaikan tingkat, simulasi atlet untuk Piala Rektor Unes dan yang terakhir adalah perlombaan internal antar ekstrakulikuler," ucap ketua panitia Budi Triyono Raharjo, kepada Tribunjateng.com. 

Perlombaan internal sendiri merupakan cara Garuda Emas untuk mengetahui sejauh mana perkembangan murid-murid saat dilatih. 

Kenaikan tingkat diikuti sekitar 22 murid dari berbagai kategori usia, perlombaan internal ada 23 murid sedangkan simulasi kejuaaraan Unnes ada sekitar 20 orang. 

Nantinya jika 20 murid ini lolos dalam kejuaaraan Piala Rektor Unnes, maka akan masuk dalam tim daerah Wushu Jawa Tengah yang kemudian di kirim ke Bangka Belitung untuk mengikuti kejuaraan nasional yang juga menjadi ajang para PON.

Salah satu peserta Jonathan Alexander mengatakan jika dirinya sudah mempersiapkan fisik dan stamina untuk ikut dalam seleksi ini. 

"Yang pasti persiapannya adalah stamina, teknik dan juga pergerakan," ucap atlet wushu yang pernah mendapatkan medali emas dalam kejurnas wushu di Yogyakarta pada tahun 2018 tersebut. 

Acara ini dihadiri juga oleh pengurus kota atau Pengkot Wushu Kota Semarang, mulai dari ketua, Christian John dan sekretaris utama, Heru Setyabudi. 

Heru mengatakan jika Garuda Emas sendiri menjadi tempat desantralisasi atlet wushu di Jawa Tengah, sehingga diharapkan dapat menembus emas dalam kejuaraan daerah atau nasional.

"Pengkot mengapresiasi sekali kegiatan seperti ini, yang diawali dari ujian kenaikan tingkat, kemudian event internal dari sasana yang mempertandingkan talenta-talenta hingga simulasi persiapan kejurnas. Kita akan memfasilitasi karena sebenarnya dari dinas dan KONI ada anggaran sendiri, sehingga kami akan menyalurkan dana untuk kemajuan atlet, palatih dan pembinaan sasana," ucap Heru. 

Menurutnya, pembinaan olahraga yang paling benar adalah memulainya dari usia sedini mungkin, sehingga kegiatan ini sangat cocok dalam  pembentukan atlet daerah. 

Kegiatan ini sendiri dimulai dari pukul 09.00 WIB - 15.00 WIB.

Juara perlombaan internal sendiri akan mendapatkan piagam penghargaan serta piala. (*)

Penulis: Like Adelia
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved