Ini Tips Agar Anak Menyukai Kegiatan Belajar Menurut Kepala Ganesha Operation

400 anak yang mengikuti bimbingan belajar di Ganesha Operation Semarang membacakan deklarasi sukses di bidang akademik di hadapan orangtuanya.

Ini Tips Agar Anak Menyukai Kegiatan Belajar Menurut Kepala Ganesha Operation
TRIBUN JATENG/RIVAL AMANAF
Kepala Cabang Ganesha Operation Semarang, Masrul Saragih (rompi) bersama orangtua dan anak mendeklarasikan akan berusaha bersama demi kesuksesan di bidang akademis di Gedung Juang 45, Jalan Pemuda, Minggu (14/4/2019). 

TRIBUNJATENG.COM - Mengajak anak untuk senang belajar bukanlah hal mudah.

Terlebih, orang tua dan anaknya tumbuh dalam era yang berbeda yang kemudian berpengaruh terhadap cara berpikir.

Meski demikian, ternyata tetap ada kiat bagaimana mengajak anak untuk menyenangi kegiatan belajar.

Hal itu dipaparkan oleh Kepala Cabang Ganesha Operation Semarang, Masrul Saragih dihadapan 400 pasangan orangtua dan anak.

Kegiatan dengan tema Menggebrak USBN sejak dini yang di gelar di gedung juang itu tidak hanya diisi dengan kegiatan mengerjakan soal bersama, namun juga motivasi dan berbagi tips dan trik parenting.

"Anak sekarang, berbeda dengan anak yang lahir di dekade 90an ke belakang. Saat ini sumber informasi sangat mudah diakses oleh anak, itu yang membuat cara berpikir anal dan orangtua sering berbeda," ucap Masrul kepada Tribun Jateng, Minggu (14/4/2019).

INFO, Tahun 2018 Ini SMA SMK Tak Ada Ujian Sekolah, Hanya USBN

Oleh karena itu, menurutnya sudah saatnya orang tua mengikuti zaman. Tidak bisa lagi saat ini orang tua memaksakan kehendaknya terhadap anak.

"Kita harus mengerti dulu apa kemauan anak, mendengar dan memahami apa yang mereka butuhkan apa yang membuat anak nyaman. Kalau anak suka makan es krim, tidak masalah jika pergi dulu menyantap eskrim sebelum belajar," ucapnya.

Hal itu dilakukan karena tujuan awal adalah membuat anak senang dengan kegiatan belajar.

Menurutnya jika sudah menyenangi kegiatan belajar akademik anak pasti akan terangkat juga tanpa orang tua harus otoriter menetapkan jam belajar secara ketat.

"Orang tua masa kini juga tidak boleh kemudian acuh dengan teknologi. Merasa gaptek terus ndak mau ikuti perkembangan, jangan. Harus selalu diikuti, karena dari situ kita bisa bersama sama mencari sumber informasi dengan anak sekaligus menjadi verifikator," pungkas pria yang akrab disapa Mr Jack tersebut. (val)

Penulis: rival al-manaf
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved