Pasar Kuliner Rindu Semilir, Wisata di Kabupaten Pekalongan yang Banyak Dikunjungi Wisatawan

Pasar Kuliner Rindu Semilir, Kecamatan Kajen Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, diserbu para pengunjung.

Pasar Kuliner Rindu Semilir, Wisata di Kabupaten Pekalongan yang Banyak Dikunjungi Wisatawan
Tribunjateng/ Indra Dwi Purnomo
Pengunjung yang mengantri di loket penukaran koin kayu, alat pembayaran di Pasar Kuliner Rindu Semilir, Kecamatan Kajen Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Minggu (14/4/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Pasar Kuliner Rindu Semilir, Kecamatan Kajen Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, diserbu para pengunjung.

Untuk masuk ke Psar Kuliner Rindu Semilir, para pengunjung ini menukarkan uangnya dengan koin kayu yang merupakan alat pembayaran di pasar tersebut.

Mereka harus rela antri dan berdesak-desakan.

Hal itu dirasakan oleh Siti Fatimah (37) warga Gejlig, Kajen, Kabupaten Pekalongan pengunjung pasar kuliner rindu semilir, ia harus menunggu dan berdesak-desakan agar bisa mendapatkan koin kayu.

"Saya menunggu koin kayu cukup lama ada 30 menit. Koin kayu di loket habis dan harus menunggu petugas loket membawa koin kayu itu. Bahkan, tadi pas koin nya sudah datang, warga yang di belakang dorong-dorongan, membuat saung loket mau roboh," kata Fatimah saat ditemui Tribunjateng.com, Minggu (14/4/2019).

Serunya Wisata di Pasar Kuliner Rindu Semilir Kabupaten Pekalongan

Menurut Fatimah ia bersama keluarganya memang sengaja datang ke pasar ini untuk jajan makanan tradisional dan penasaran dengan koin kayu.

"Unik, pembayaran di pasar ini mas, koin kayu jadi alat transaksi untuk membeli makanan. Saya beli dua paket koin kayu, setiap satu koin diharga Rp 2 ribu. Saya berharap Pemerintah Kabupaten Pekalongan bisa menambahkan koin kayu agar warga yang hendak menukarkan tidak harus mengantri dan berdesak-desakan," ungkapnya.

Ia sangat senang adanya pasar kuliner tradisional seperti ini, pasar ini mengingatkan jaman dahulu saat ia kecil dan jajan makanan tradisional seperti jajanan gemblong, getuk, srintil, minuman gula asam, bubur, dan jamu.

"Saya mau beli sate toel dan kroco karena makanan tersebut sudah jarang ditemukan. Saya juga berpesan kepada masyarakat yang datang di pasar ini untuk selalu menjaga bersama kebersihan pasar kuliner ini," jelasnya.

Ganjar Pranowo Ingin Adakan Sayembara Daur Ulang Alat Peraga Kampanye Jadi Bahan Produk Kreatif

Hal sama juga diungkapkan oleh Sri Rahayu (45) warga Talun, Doro, Kabupaten Pekalongan ia datang ke Pasar Kuliner Rindu Semilir sejak pukul 06.00 WIB. Namun, pasar bukanya sekira pukul 06.30 WIB.

"Pasar ini sangat bagus karena pasar ini menyuguhkan makanan dari tradisional dan ini perlu dijaga terus," kata Sri Rahayu.

Namun disayangkan antrian di loket penukaran sangat ramai dan harus berdesak-desakan.

"Saya tadi antrinya lama sekali dan hasilnya mendapatkan empat buah koin kayu. Harapannya kedepan koin kayu ditambahkan lagi agar pengunjung tidak menunggu begitu lama,"imbuhnya. (dro)

Penulis: Indra Dwi Purnomo
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved