Serunya Wisata di Pasar Kuliner Rindu Semilir Kabupaten Pekalongan

Pemerintah Kabupaten Pekalongan menggelar pasar rindu semilir yang berlangsung di Hutan Kota, Kabupaten Pekalongan, Minggu (14/04/2019).

Serunya Wisata di Pasar Kuliner Rindu Semilir Kabupaten Pekalongan
Tribun Jateng/Indra Dwi Purnomo
Keramain pengunjung pasar kuliner rindu semilir, Kajen, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Minggu, (14/04/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Guna melestarikan makanan tradisional dan menghidupkan geliat usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan menggelar pasar rindu semilir yang berlangsung di Hutan Kota, Kabupaten Pekalongan, Minggu (14/04/2019).

Antusias masyarakat untuk mengunjungi di pasar rindu semilir sangat luar biasa, terlihat riuh ramai pengunjung Hutan Kota Kajen yang tidak seperti biasanya.

Mereka berbondong–bondong melihat keunikan makanan tradisonal yang selama ini sudah mulai langka.

Bahkan saat memasuki pintu masuk , pengunjung sudah mengantri di loket penukaran koin yang digunakan untuk bertransaksi di pasar kuliner rindu semilir.

Tak hanya di penukaran uang, hampir seluruh area Hutan Kira Kajen yang menjadi tempat Pasar Kuliner Rindu Semilir ini dipenuhi warga yang mengantri pada tiap-tiap pedagang jajanan.

Jajanan tradisional yang tersedia pun cukup lengkap dari aneka bubur, aneka minuman tradisional, wedang uwuh,ronde, rujak, sego tumpeng, jajanan pasar, sate toel, tauto daging, jenang, getuk, serabi, dan jamu tradisional.

Ita (35) salah satu warga Kajen mengatakan ia sengaja mengajak anak dan suaminya untuk berburu jajanan tradisional sekaligus mengisi waktu libur.

"Ini pertama kalinya saya ke sini, pasca diresmikan oleh Bupati Pekalongan Asip Kholbihi minggu kemarin. Ya di sini untuk jajan saja, banyak jajanan tradisional yang sekarang sulit dijumpai,"tuturnya kepada Tribunjateng.com, Minggu (14/04/2019).

Selain banyak makanan dan minuman tradisional yang disediakan di saung-saung.

Permainan anak-anak seperti permainan panahan, tempat mewarnai juga ada di Hutan Kota Kajen ini.

"Beli jajanan di pasar ini harus menukarkan uang dengan koin. Setiap koin di hargai Rp 2 ribu,"jelasnya.

Ita berharap semoga pasar kuliner ini terus selalu ada di setiap minggunya.

Selain itu juga, koin-koin untuk transaksi juga perlu ditambahkan.

"Selain ramah lingkungan tempatnya, alat-alat yang digunakan untuk makanan dan minuman menggunakan dedaunan, bambu, dan lain sebagainya," imbuhnya.(Dro)

Penulis: Indra Dwi Purnomo
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved